25 Desember 1914, Gencatan Senjata Natal Saat Perang Dunia I, Dua Kubu Pesta Bersama

Kompas.com - 25/12/2018, 13:34 WIB
Gencatan Hari Natal 1914 The IndependentGencatan Hari Natal 1914

KOMPAS.com - Perang membawa kehancuran, duka, dan kesengsaraan bagi kedua belah pihak yang berseturu. Selama Perang Dunia I, Blok Sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dan Blok Sentral ( Jerman, Italia, Austria-Hongaria) berusaha untuk menaklukkan satu sama lain.

Warga sipil yang tak berdosa yang banyak menjadi korban karena perang. Mereka terkena tembakan, reruntuhan bangunan, atau ditawan musuh. Semua ini terjadi selama beberapa tahun dan menewaskan ratusan ribu warga sipil yang tak berdosa.

Ketika salah satu kubu belum kalah atau menyerah, mereka akan terus berusaha menyerang. Namun, peperangan bisa terhenti ketika ada momen perayaan tertentu, baik itu disepakati ataupun tidak.

Hari ini 104 tahun yang lalu, tepatnya pada 25 Desember 1914, genjatan senjata dilakukan antara Blok Sekutu dan Blok Sentral pada tahun pertama Perang Dunia I. Mereka sepakat tak saling menyerang dan menurunkan senjata untuk merayakan Natal.

Natal memberikan kedamaian, membuat kesepakatan di antara mereka untuk berhenti berperang. Kedua belah pihak kemudian mengirim tentaranya untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk merayakan Natal.

Untuk prajurit yang masih berada di medan pertempuran, mereka menggunakan momen genjatan ini untuk bersantai dan berkumpul sesama prajurit lainnya.

Dilansir dari History.com, genjatan senjata terjadi tepat tengah malam pada perayaan Natal. Mayoritas pasukan Jerman yang terlibat dalam Perang Dunia I berhenti menembakkan senjata dan artileri mereka.

Para tentara kemudian menyanyikan lagu-lagu Natal sambil makan bersama. Pada titik di sepanjang front timur dan barat, prajurit Rusia, Perancis, dan Inggris bahkan mendengar pasukan Jerman dalam nyanyian suka cita mereka.

Pada saat fajar menyingsing, banyak tentara Jerman muncul dari parit mereka dan mendekati Sekutu pada tanah yang netral. Pasukan Jerman berteriak "Selamat Natal" menggunakan bahasa lawannya.

Baca juga: Pertempuran Amiens, Awal dari Akhir Perang Dunia I

Pasukan Sekutu khawatir

Awalnya muncul kekawatiran ketika pasukan Jerman mendatangi garis perbatasan. Pasukan Sekutu pun mulai mempersiapkan persenjataan mereka.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X