Para Pemimpin Malaysia Serukan Persatuan Nasional di Malam Natal

Kompas.com - 24/12/2018, 22:30 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. AFP / MOHD RASFANPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Para pemimpin Malaysia menyerukan kepada rakyatnya untuk menjaga persatuan nasional dan toleransi beragama jelang perayaan Natal.

Seruan itu dianggap penting menyusul terjadinya konflik rasial di Malaysia baru-baru ini, mulai dari kerusuhan di sebuah Kuil Hindu di Selangor, hingga aksi unjuk rasa menentang Konvensi Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial (ICERD) yang digelar di Kuala Lumpur.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad memperingatkan bahwa Malaysia adalah negara damai di mana orang-orang dari semua ras dan agama berkumpul untuk merayakan hari raya masing-masing.

"Saya berharap hubungan saling menghormati ini dapat terus berlanjut dan diteruskan ke generasi muda. Inilah yang membuat Malaysia unik, bersatu, dan kuat," kata Mahathir, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca juga: Setahun Bebas dari ISIS, Pohon Natal Tertinggi Didirikan di Baghdad

Sementara Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail mengatakan, rakyat Malaysia harus terus saling menghormati, memahami dan mencintai di antara berbagai kelompok dalam masyarakat.

"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Daripada fokus pada hal yang negatif, mari kita semua melihat hal-hal positif yang lebih jauh dari sebelumnya," kata Wan Azizah.

Ajakan untuk bersatu dalam keberagaman juga disampaikan Menteri Keuangan Lim Guan Eng, yang mengatakan bahwa ekonomi negara akan kuat hanya jika rakyat Malaysia bersatu dan menolak ekstremisme.

"Pemerintahan federal baru Pakatan Harapan di bawah kepemimpinan Tun Dr Mahathir Mohamad berkomitmen mewakili semua orang Malaysia terlepas dari demografi dan geografinya," kata Lim dikutip Malay Mail.

Kekhawatiran akan terjadinya ketegangan rasial dan agama telah meningkat di Malaysia, setelah terjadinya kerusuhan di sebuah kuil Hindu di Subang Jaya, bulan lalu.

Pada 8 Desember lalu, kelompok massa turun ke jalan di Kuala Lumpur untuk menentang konvensi ICERD, sebuah konvensi PBB yang mengecam diskriminasi dan menyerukan kepada negara-negara agar mengupayakan kebijakan yang menghapus diskriminasi rasial dalam segala hal.

Baca juga: Melihat Kembali Perayaan Natal yang Dilakukan Hitler dan Nazi...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X