Kompas.com - 24/12/2018, 19:20 WIB
Komandan Angkatan Laut Nazi Jerman, Karl Doenitz (1891-1980). (AFP) Komandan Angkatan Laut Nazi Jerman, Karl Doenitz (1891-1980). (AFP)

Donitz bukan dipilih untuk menjadi Fuhrer, melainkan Presiden, sebuah jabatan yang dihapus Hitler selama bertahun-tahun.

Hitler juga menunjuk Menteri Propagana Joseph Goebbels sebagai Kepala Pemerintahan dan Kanselir Jerman.

Donitz merupakan anggota Partai Nazi sejak didirikan. Dia yang mengumumkan kematian Hitler kepada rakyat Jerman dalam siaran radio pada 1 Mei 1945.

Dia mengatakan, mendiang Fuhrer telah mengangkatnya sebagai penerus. Berkantor pusat di pelabuhan Flensburg, pemerintah Jerman yang baru berumur pendek dipimpin oleh Donitz.

Mengetahui Jerman telah dikalahkan, dia mengizinkan Kolonel Jenderal Alfred Jodi untuk menandatangani menyerah tanpa syarat seperti yang diminta Panglima Tertinggi Pasukan Sekutu, Jenderal Dwight D Eisenhower.

Pada 8 Mei 1945, angkatan bersenjata Jerman menyerah sehingga menyebabkan Pemerintah Flensburg kehilangan semua yurisdiksi militer, teritorial dan sipil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Donitz ditangkap dan Pemerintah Flensburg dibubarkan pada 23 Mei 1945.

Penjara, buku, dan kematian

Dia didakwa dengan kejahatan perang besar dan diadili di pengadilan Nuremberg. Donitz dinyatakan bersalah pada 1 Oktober 1946 atas perbuatan merencanakan perang agresif.

Dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di penjara Spandau, Berlin.

Dibebaskan pada 1 Oktober 1956, Donitz pindah ke sebuah desa kecil di Aumuhle, di negara bagian Schleswig-Holstein.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Anders Celsius, Penemu Derajat Celsius

Dia tinggal dalam pengasingan di sana selama sisa hidupnya. Ada dua buku yang berhasil Donitz tulis, Zehn Jahre Zwanzig Tage yang terbit pada 1958, dan Mein wechselvolles Leben pada 1968.

Buku keduanya diterbitkan ulang menjadi Mein soldatiches Leben pada 1998.

Donitz meninggal karena serangan jantung pada 24 Desember 1980 dan dimakamkan di Pemakaman Waldfriedhof di Aumuhle.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.