Kompas.com - 24/12/2018, 17:57 WIB
Hitler dan Santa Claus fastcompanyHitler dan Santa Claus

KOMPAS.com - Adolf Hitler dikenal sebagai seorang diktator Jerman sekaligus pemimpin Nazi pada masa Perang Dunia II. Paham Fasisme ala Nazi pun mulai disebarkan Jerman ke beberapa negara saat Hitler menginvasi Eropa.

Ketika masa perang, Nazi membuat kamp-kamp konsentrasi untuk menampung komunitas Yahudi. Tak hanya itu, Adolf Hitler bahkan dituduh melakukan holocaust atau genosida terhadap komunitas Yahudi.

Terlepas dari berbagai kekejaman yang dilekatkan kepada Hitler, ada sisi lain Hitler yang tak banyak diungkapkan. Sisi lain itu adalah mengenai aktivitas Hitler saat merayakan Natal.

Bersama dengan para anggota dan petinggi Nazi lainnya, Hitler diketahui mengadakan pesta Natal dalam suasana yang bisa dibilang penuh keceriaan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hitler Jadi Pemimpin Absolut Jerman

Dekorasi Natal Nazi

Walaupun dalam suasana Natal, Nazi mengubah dan mendesain Natal sesuai dengan pemahaman dan ideologi mereka. Misalnya, perayaan Natal diramaikan dengan kue-kue berbentuk swastika.

Aspek lain juga diubah adalah mengenai pohon Natal. Meskipun pohon Natal modern disebut berasal dari kebudayaan Eropa di Jerman, namun kali ini tak ada bintang yang ditempatkan di puncak pohon.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nazi mengganti bintang pada pohon natal degan lambang swastika. Selain itu, juga dengan sig rune (simbol berbentuk kilat yang digunakan dalam lambang SS).

Pernak-pernik dan dekorasi Natal ala naziMirror Pernak-pernik dan dekorasi Natal ala nazi
Partai Nazi juga mengklaim bahwa swastika adalah simbol kuno Matahari dan mendorong masyarakat Jerman untuk menempatkan simbol di atas pohon Natal sebagai gantinya.

Orgamen-ornamen bola perak berhiaskan motto seperti "Sieg heil!" atau sapaan khas Nazi juga terpasang pada rumah-rumah. Bahkan, ada ornamen logam berbentuk muka Hitler, lengkap dengan kumis.

Namun, Hitler tak menyukai ini. Kemudian, dia meminta pembuatan undang-undang untuk mencegah simbol-simbol Nazi disalahgunakan, termasuk untuk Natal.

Baca juga: 15 September 1935 Ditetapkan Jadi Simbol Nazi Jerman, Ini 4 Fakta Swastika

Natal ala Nazi

Selama perayaan Natal di Jerman, ada tradisi untuk mendengarkan lagu Natal berjudul "Silent Night" and "O Tannenbaum". Kedua lagu itu memang berasal dari Jerman. Namun, di bawah pimpinan Adolf Hitler, semua lagu itu mulai perlahan ditinggalkan dan digantikan.

Dilansir dari History.com, nyanyian rohani yang populer dan membahas tentang peran ibu, kedamaian, anak-anak, serta liburan, diganti dengan lagu bertemakan propaganda Nazi.

Hal ini dilakukan oleh Nazi untuk menerapkan ideologinya kepada orang Jerman secara menyeluruh. Selama era 1930-an dan 1940-an, Nazi melakukan caranya untuk mengubah tradisi Natal Jerman menjadi tradisi Natal ala Nazi.

Selama masa perang, Hitler mendorong perayaan Natal sebagai cara untuk mengalihkan perhatian masyarakat Jerman dari kenyataan perang.

Langkah pertama yang dilakukan Nazi adalah dengan mengutus organisasi pemuda milik partai untuk membantu mengumpulkan mantel dan uang untuk anggota partai dan warga Jerman miskin yang terkena dampak depresi karena peperangan.

Organisasi pemuda Jerman mengumpulkan sumbangan untuk merayakan Natal pada pada bulan Desember 1938.History Organisasi pemuda Jerman mengumpulkan sumbangan untuk merayakan Natal pada pada bulan Desember 1938.
Mereka membagikan kalender untuk anak-anak yang penuh propaganda dan citra militeristik. Di antara yang paling penting adalah perayaan titik balik matahari musim dingin atau winter solstice.

Anak-anak Jerman yang bahagia menyanyikan lagu-lagu Natal di bawah pohon Natal di atasnya dengan simbol Nazi, Swastika. Mereka juga menerima hadiah dari pejabat tinggi Nazi.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Adolf Hitler, Pria Austria Pemimpin Nazi Jerman

Hitler memberikan hadiah pada anak-anak di Jerman pada Natalfastcompany Hitler memberikan hadiah pada anak-anak di Jerman pada Natal
Nazi berusaha untuk memindahkan tanggal Natal ke titik balik matahari. Mereka juga mencoba mendefinisikan kembali Saint Nicholas sebagai Wotan, dewa Jerman kuno.

Nazi Jerman memiliki pemahaman bahwa malam Natal tak ada hubungannya dengan kelahiran Tuhan, tetapi justru merayakan titik balik matahari musim dingin dan kelahiran kembali Matahari.

Desain Natal ala Nazi tidak bertahan lama. Ketika Sekutu mendekati Jerman pada 1944, efek perang semakin mengerikan. Banyak orang Jerman yang sama sekali tak peduli dalam menyambut Natal. Pentingnya keselamatan menjadi prioritas utama.

Pada 1944 merupakan Natal terakhir bagi Nazi. Empat bulan kemudian, Fuhrer itu dinyatakan tewas karena bunuh diri bersama pasangannya. Setelah saat Perang Dunia II usai, penyambutan Natal ala Nazi mulai ditinggalkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X