Melihat Kembali Perayaan Natal yang Dilakukan Hitler dan Nazi...

Kompas.com - 24/12/2018, 17:57 WIB
Organisasi pemuda Jerman mengumpulkan sumbangan untuk merayakan Natal pada pada bulan Desember 1938. HistoryOrganisasi pemuda Jerman mengumpulkan sumbangan untuk merayakan Natal pada pada bulan Desember 1938.

Natal ala Nazi

Selama perayaan Natal di Jerman, ada tradisi untuk mendengarkan lagu Natal berjudul "Silent Night" and "O Tannenbaum". Kedua lagu itu memang berasal dari Jerman. Namun, di bawah pimpinan Adolf Hitler, semua lagu itu mulai perlahan ditinggalkan dan digantikan.

Dilansir dari History.com, nyanyian rohani yang populer dan membahas tentang peran ibu, kedamaian, anak-anak, serta liburan, diganti dengan lagu bertemakan propaganda Nazi.

Hal ini dilakukan oleh Nazi untuk menerapkan ideologinya kepada orang Jerman secara menyeluruh. Selama era 1930-an dan 1940-an, Nazi melakukan caranya untuk mengubah tradisi Natal Jerman menjadi tradisi Natal ala Nazi.

Selama masa perang, Hitler mendorong perayaan Natal sebagai cara untuk mengalihkan perhatian masyarakat Jerman dari kenyataan perang.

Langkah pertama yang dilakukan Nazi adalah dengan mengutus organisasi pemuda milik partai untuk membantu mengumpulkan mantel dan uang untuk anggota partai dan warga Jerman miskin yang terkena dampak depresi karena peperangan.

Mereka membagikan kalender untuk anak-anak yang penuh propaganda dan citra militeristik. Di antara yang paling penting adalah perayaan titik balik matahari musim dingin atau winter solstice.

Anak-anak Jerman yang bahagia menyanyikan lagu-lagu Natal di bawah pohon Natal di atasnya dengan simbol Nazi, Swastika. Mereka juga menerima hadiah dari pejabat tinggi Nazi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Adolf Hitler, Pria Austria Pemimpin Nazi Jerman

Hitler memberikan hadiah pada anak-anak di Jerman pada Natalfastcompany Hitler memberikan hadiah pada anak-anak di Jerman pada Natal
Nazi berusaha untuk memindahkan tanggal Natal ke titik balik matahari. Mereka juga mencoba mendefinisikan kembali Saint Nicholas sebagai Wotan, dewa Jerman kuno.

Nazi Jerman memiliki pemahaman bahwa malam Natal tak ada hubungannya dengan kelahiran Tuhan, tetapi justru merayakan titik balik matahari musim dingin dan kelahiran kembali Matahari.

Desain Natal ala Nazi tidak bertahan lama. Ketika Sekutu mendekati Jerman pada 1944, efek perang semakin mengerikan. Banyak orang Jerman yang sama sekali tak peduli dalam menyambut Natal. Pentingnya keselamatan menjadi prioritas utama.

Pada 1944 merupakan Natal terakhir bagi Nazi. Empat bulan kemudian, Fuhrer itu dinyatakan tewas karena bunuh diri bersama pasangannya. Setelah saat Perang Dunia II usai, penyambutan Natal ala Nazi mulai ditinggalkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X