Kompas.com - 24/12/2018, 17:48 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, pemerintah AS tidak akan mampu menyelesaikan konflik Israel dengan Palestina jika bertindak sendirian.

"Kami memahami pentingnya peran AS dan tidak akan pernah ada keberhasilan tanpanya," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama Menlu Palestina, Riyadh al-Maliki, Jumat (21/12/2018).

"Namun harus disadari juga bahwa AS tidak akan pernah mampu mencapai kesepakatan sendirian," tambahnya, seperti dilansir Middle East Monitor.

Lavrov menegaskan kembali bahwa cara terbaik mengadakan pembicaraan perdamaian untuk kedua negara yang berkonflik adalah jika dilakukan di bawah pengawasan internasional, mengacu pada empat kekuatan PBB, yakni Uni Eropa, AS, Rusia, dan Liga Arab.

Baca juga: Presiden Palestina akan Bubarkan Parlemen, Hamas Meradang

Lavrov juga menyampaikan keprihatinan terhadap keamanan di Israel. "Mengingat hubungan khusus kami tidak hanya dengan Palestina, tetapi juga Israel," ujarnya.

"Kami ingin membantu hingga tercapainya kesepakatan yang solid secara hukum dapat mengamankan kepentingan sah Israel dalam bidang keamanan," tambah Lavrov.

Dia juga menekankan bahwa kesepakatan yang dicapai tidak seharusnya membahayakan kepentingan Palestina.

Pernyataan Menlu Rusia itu datang usai Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, memaparkan tentang rencana perdamaian Palestina-Israel yang diusulkan Washington.

"Rencana itu mengakui realitas di Timur Tengah yang sudah berkembang dalam bentuk penting," kata Haley dilansir Al Jazeera Rabu (19/12/2018).

Haley menambahkan, dokumen itu memuat hal positif maupun hal negatif dari Israel dan Palestina.

Rakyat Palestina, kata Haley, bakal memperoleh keuntungan jika terlibat dalam rencana perdamaian yang dipromosikan Washington.

"Proposal ini bakal berbeda dari yang sebelumnya, Pertanyaan kritisnya adalah apakah mereka bakal merespon juga berbeda," tutur Haley.

Baca juga: Dubes AS untuk PBB Beberkan Detil Rencana Perdamaian Israel-Palestina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.