Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg Bersumpah Setia kepada ISIS

Kompas.com - 24/12/2018, 15:32 WIB
Foto Cherif Chekatt (29) terduga pelaku penembakan di pasar Natal Strasbourg, Selasa (11/12/2018). BBC/Police NationaleFoto Cherif Chekatt (29) terduga pelaku penembakan di pasar Natal Strasbourg, Selasa (11/12/2018).

STRASBOURG, KOMPAS.com - Pelaku penembakan pasar Natal di Strasbourg, Perancis, dilaporkan mengucapkan sumpah setia kepada Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Pelaku yang Cherif Chekatt menembaki pengunjung pasar Natal yang berada di dekat Place Kleber yang menjadi atraksi pariwisata Selasa (11/12/2018) pukul 20.00 waktu setempat.

Baca juga: ISIS Klaim Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg adalah Tentaranya

Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 12 pengunjung lainnya. Adapun Chekatt tewas ditembak polisi dua hari kemudian (13/12/2018).

Dilansir The Independent Minggu (23/12/2018), otoritas penegak hukum Perancis menemukan USB ketika menggeledah rumah Chekatt.

"Dalam USB tersebut, terdapat video yang memperlihatkan dia bersumpah setiap kepada kelompok itu," terang sumber dari kepolisian.

Segera setelah Chekatt ditembak, ISIS melalui media propagandanya Amaq menyebut pria 29 tahun itu sebagai "tentara" mereka.

Namun klaim ISIS dibantah Menteri Dalam Negeri Perancis Christophe Castaner yang menyebut mereka hanya memanfaatkan kesempatan untuk mengklaim.

Chekatt dilaporkan mempunyai catatan 27 perbuatan kriminal di Perancis, Jerman, dan Swiss, serta menjadi radikal selama dalam penjara.

Dia masuk ke dalam daftar "S", yang artinya berpotensi menjadi ekstremis, dan sudah berada dalam pantauan polisi sejak 2015.

Selain menembak mati Chekatt, polisi juga menangkap lima orang, termasuk di antaranya orangtua Chekatt dan dua saudara laki-lakinya.

Ayah Chekatt, Abdelkarim, membantah putranya sengaja merencakan serangan itu, dan mengaku dia berusaha mencegah anaknya menjadi radikal.

Abdelkarim mengaku dia bertemu Chekatt tiga hari sebelum kejadian. Kantor Jaksa Penuntut Perancis berujar, keempatnya dibebaskan karena tak cukup bukti.

Baca juga: Perancis Bantah Klaim ISIS soal Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X