Diterpa Krisis, Masihkah Ada Keceriaan Natal di Zimbabwe?

Kompas.com - 24/12/2018, 15:04 WIB
Solomon Chakauya, menunggu pelanggan di toko kelontongnya, di distrik Chinamhora, Zimbabwe. Foto ini diambil pada 10 Desember 2018. (AFP/JEKESAI NJIKIZANA) Solomon Chakauya, menunggu pelanggan di toko kelontongnya, di distrik Chinamhora, Zimbabwe. Foto ini diambil pada 10 Desember 2018. (AFP/JEKESAI NJIKIZANA)

CHINAMHORA, KOMPAS.com - Natal sebentar lagi dan sebagian masyarakat berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja.

Namun di toko milik Solomon Chakauya yang terletak di distrik Chinamhora, Zimbabwe, tidak ada tanda-tanda gairah dari penduduk untuk membeli sesuatu. Hanya ada sedikit hiasan Natal yang nampak menggantung di toko kelontongnya.

Meski melewati masa-masa paling sulit, tapi biasanya penjualan meroket pada beberapa hari jelang Natal. Tahun ini, hanya sedikit orang yang dapat membeli.

Presiden Emmerson Mnangagwa berjanji akan menghidupkan kembali roda perekonomian sejak mengambil alih pemerintahan Robert Mugabe.

Baca juga: Pemerintah Zimbabwe Tolak Mengekstradisi Istri Mugabe

Sebaliknya, kekurangan roti, minyak goreng, dan bahan bakar semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Uang kertas juga langka dan rak-rak toko sering kosong.

"Pada tahun-tahun sebelumnya, orang akan berdatangan membeli beras, minyak, biskuit, permen, dan minuman. Saking sibuknya, saya akan berdiri sepanjang hari," kata Chakauya kepada AFP.

"Segala sesuatunya sulit dan kebanyakan orang tidak punya uang," ucapnya.

Seorang penduduk bernama Emilda Chingarambe bahkan tidak bisa membelikan baju baru untuk kedua putrinya di hari Natal tahun ini.

"Saya sama sekali tidak menganggapnya Natal," tuturnya.

"Kami tidak mampu membeli tepung dan bahan makanan yang biasanya dibeli untuk Natal," katanya.

Di Chinamhora, 1 liter minyak goreng dijual seharga 3,5 dollar AS pada awal September, kini harganya melonjak hingga 10 dollar AS. Inflasi mencapai 20 persen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X