Warga Suriah di Damaskus Rayakan Natal Pasca-terbebas dari ISIS

Kompas.com - 24/12/2018, 13:48 WIB
Warga berpakaian seperti Sinterklas berpawai di jalanan ibu kota Damaskus karena merayakan Malam Natal pada Senin (24/12/2018) dengan pengawalan pasukan Suriah. AFP/LOUAI BESHARAWarga berpakaian seperti Sinterklas berpawai di jalanan ibu kota Damaskus karena merayakan Malam Natal pada Senin (24/12/2018) dengan pengawalan pasukan Suriah.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Suasana Natal begitu terasa ketika pohon Natal setinggi 30 meter berdiri di kawasan Qassaa, ibu kota Suriah Damaskus.

Warga yang berada di Damaskus merayakan Natal sejak kota tersebut dibebaskan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) pada tahun ini.

Baca juga: Militer Suriah Umumkan Kuasai Damaskus Sepenuhnya dari ISIS

Diwartakan Russian Today Minggu (23/12/2018), ketika Damaskus masih berada dalam cengkeraman ISIS, warga tidak berani merayakan Natal.

Kini setelah bendera Suriah kembali berkibar di Damaskus pada Mei lalu setelah ISIS diusir, kehidupan yang damai berangsur-angsur pulih.

Selain pohon Natal setinggi 30 meter, banyak warga yang berpakaian Sinterklas dan berpawai di jalan sambil menari dan bernyanyi.

Seorang pejalan kaki berujar, suasana penuh cinta dan kebahagiaan dirasakan oleh orang-orang di Damaskus melalui parade karnaval.

"Ini merupakan pesan yang kami sampaikan dari jantung kota Damaskus kepada seluruh dunia," ujar pejalan kaki yang tak disebutkan identitasnya itu.

Adapun pohon Natal itu berbentuk kerucut setengah transparan yang memancarkan sinar lembut ketika menyala di malam hari.

Sepanjang tahun ini, Damaskus telah sepenuhnya dibebaskan baik dari ISIS maupun kelompok milisi lainnya diusir dari kawasan pinggiran.

Sejak kehidupan normal mulai pulih, perayaan Natal yang digelar semakin berwarna dengan Russian Today memberitakan sama seperti sebelum konflik terjadi.

Pejalan kaki lain yang tak menolak disebutkan namanya berujar dia membandingkan perayaan tahun ini dengan 2015, ketika Damaskus masih berada dalam kontrol ISIS.

Pengunjung itu mengaku bersyukur karena masih bisa melewati 2018, dan masih diperkenankan untuk merayakan kebahagiaan bersama warga lainnya.

"Kami sangat bahagia tahun ini, dan bersyukur kepada Tuhan karena masih bisa berkumpul dan merayakannya bersama," katanya.

Baca juga: Usai Dikuasai ISIS 7 Tahun, Damaskus Kini Kibarkan Bendera Suriah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X