Korea Utara Permudah Syarat Warga yang Ingin Lakukan Perjalanan Domestik

Kompas.com - 23/12/2018, 13:54 WIB
Personel perempuan Tentara Rakyat Korea (KPA) berbaris dalam parade militer yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun berdirinya Korea Utara di Alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu (9/9/2018).AFP / ED JONES Personel perempuan Tentara Rakyat Korea (KPA) berbaris dalam parade militer yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun berdirinya Korea Utara di Alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu (9/9/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara dikabarkan telah melonggarkan persyaratan bagi warga negaranya yang ingin melakukan perjalanan domestik.

Warga Korea Utara yang ingin berpindah dari satu daerah ke daerah lain di dalam negeri kini tidak diwajibkan untuk mengurus surat izin perjalanan.

Warga hanya perlu membawa kartu identitas mereka saat hendak melakukan perjalanan antarprovinsi. Demikian disampaikan sumber dalam siaran Radio Free Asia (RFA) pada Kamis (20/12/2018).

Meski demikian, aturan ketat masih diberlakukan untuk kawasan di sekitar perbatasan dengan China, Pyongyang, dan kawasan yang termasuk "zona khusus".

Baca juga: PBB: Produksi Pangan Korea Utara pada 2018 Terus Menurun

"Perpindahan penduduk ke dalam maupun ke luar daerah kini menjadi lebih mudah, setelah otoritas berwenang menerapkan kebijakan baru," kata seorang sumber yang berasal dari Provinsi Hamgyong Utara.

Ditambahkan sumber, sebagian besar wilayah kini dapat diakses tanpa izin perjalanan. Namun kebijakan baru tersebut tidak berlaku untuk wilayah sepanjang perbatasan dengan China, di ibu kota Pyongyang, serta di zona khusus.

Sebelumnya berdasarkan aturan lama, warga maupun turis domestik yang ingin melakukan perjalanan di dalam negeri diwajibkan membawa surat izin perjalanan yang berlaku.

Dan untuk mendapatkan izin tersebut, prosesnya memakan waktu tiga hingga empat hari di sebagian besar wilayah. Demikian menurut sumber RFA.

Kabar mengenai perubahan kebijakan tersebut diperoleh melalui laporan analis Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara telah membuat langkah signifikan untuk reformasi ekonomi.

Yang Moon-soo, seorang profesor dari Studi Korea Utara di Korsel mengatakan, negara tertutup itu telah memperkenalkan pasar dalam sistem ekonomi yang direncanakan.

"Produksi telah menunjukkan peningkatan meski ada kendala kekurangan bahan baku dan sumber energi," kata Yang, seperti dilaporkan Yonhap News.

Baca juga: Foto Satelit Ungkap Pembangunan di Basis Peluncuran Rudal Korea Utara



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional
Anggota ISIS 'Jihadi Jack' Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Internasional

Close Ads X