"Jika Anda Taliban, Natal Datang Lebih Awal"

Kompas.com - 21/12/2018, 14:13 WIB
Pasukan AS di wilayah konflik di Timur Tengah. ReutersPasukan AS di wilayah konflik di Timur Tengah.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik pasukan dari Afghanistan dianggap bakal menguntungkan Taliban.

Dalam sebuah laporan yang dikutip AFP Jumat (21/12/2018), Trump mempertimbangkan untuk memulangkan lebih dari separuh serdadu AS di sana.

Langkah tersebut mengejutkan serta mengecewakan para diplomat asing serta pejabat AS yang bekerja keras mengakhiri konflik berusia 17 tahun tersebut.

Baca juga: Selain Suriah, Trump Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan

"Jika Anda Taliban, Nata' datang lebih awal," kata seorang pejabat asing yang menolak disebutkan namanya di ibu kota Afghanistan, Kabul.

"Jika Anda Taliban, apakah Anda bakal memikirkan gencatan senjata jika lawan utama Anda menarik seluruh pasukannya dari sini?" tanya pejabat itu.

Tidak dijelaskan apakah Utusan Khusus untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad maupun pihak pemerintah telah mengetahui rencana tersebut.

Juru bicara Presiden Ashraf Ghani menuturkan jika ada reaksi dari Kabul, maka dia bakal segera memberitahukannya kepada publik.

Keputusan penarikan itu diduga terjadi setelah Khalilzad bertemu perwakilan Taliban di Abu Dhabi pekan ini, upaya untuk membawa Taliban bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan.

Dalam pertemuan itu, diyakini mereka membahas sejumlah isu, termasuk permintaan Taliban supaya pasukan asing ditarik dari Afghanistan.

"Sebuah keputusan sudah dibuat. Saya kira bakal terjadi penarikan yang signifikan di sini," kata seorang pejabat anonim AS.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X