Media Jerman Ungkap Reportase Palsu yang Dilakukan Wartawannya - Kompas.com

Media Jerman Ungkap Reportase Palsu yang Dilakukan Wartawannya

Kompas.com - 20/12/2018, 20:52 WIB
Mantan jurnalis Der Spiegel, Claas Relotius, yang dipecat karena membuat reportase palsu.DEUTSCHE WELLE / PICTURE ALLIANCE / EVENTPRESS Mantan jurnalis Der Spiegel, Claas Relotius, yang dipecat karena membuat reportase palsu.

BERLIN, KOMPAS.com - Media berita ternama Jerman, Der Spiegel, mengungkap kasus reportase fiktif yang dilakukan oleh wartawannya sendiri, Claas Relotius (33).

Relotius pada 3 Desember lalu baru saja memenangkan penghargaan bergengsi German Reporter Award 2018 melalui tulisannya tentang bocah Suriah di pengungsian.

Namun ternyata, laporan itu penuh kutipan, potongan wawancara, penggambaran lokasi dan nara sumber yang kemungkinan besar fiktif.

Majalah Der Spiegel mengungkapkan pemalsuan reporternya, yang sekarang sudah dipecat, pada Rabu (19/12/2018).

Claas Relotius yang telah bekerja selama tujuh tahun untuk Der Spiegel, awalnya bertugas sebagai wartawan lepas. Dia juga telah memenangkan sejumlah penghargaan jurnalistik.

Baca juga: Terbukti Sebar Berita Palsu, Warga Denmark Dikurung Sepekan di Malaysia

Der Spiegel mengatakan, mereka minggu lalu telah mengkonfrontasi Claas Relotius dengan hasil tulisannya melalui investigasi internal. Relotius pun akhirnya mengaku telah menulis sekitar 14 reportase fiktif.

Akan tetapi Der Spiegel tidak yakin dengan pengakuan Relotius dan telah membentuk komisi khusus yang akan bertugas memeriksa sekitar 70 reportase yang pernah ditulis Relotius untuk majalah itu.

Der Spiegel meminta maaf kepada publik atas berita-berita palsu itu dan menyebut kasus ini sebagai "titik terendah dalam 70 tahun sejarah majalah ini".

Kecurigaan Kolega

Pemalsuan berita dan reportase itu terungkap setelah salah seorang jurnalis Der Spiegel, Juan Moreno, curiga dengan tulisan Relotius mengenai situasi di perbatasan AS-Mexico.

Moreno yang sempat melakukan riset bersama koleganya itu untuk reportase tersebut, mengaku banyak hal yang terasa "aneh" dalam tulisan yang dibuat oleh Relotius.

Moreno lantas melaporkan hal itu ke kantor pusat Der Spiegel di Hamburg, yang kemudian melakukan investigasi untuk mengklarifikasi tempat dan nara sumber yang disebutkan dalam reportase. Ternyata banyak yang fiktif.

Ketika dikonfrontasi dengan fakta-fakta itu, Claas Relotius yang awalnya membantah akhirnya mengaku, setelah semakin banyak yang diungkap.

"Menurut pengakuannya sendiri, ada sedikitnya 14 artikel yang difabrikasi. Apa mungkin lebih banyak dari itu?" kata Der Spiegel, menambahkan Relotius melakukan pemalsuan itu "dengan sadar dan secara metodis".

Otokritik Der Spiegel

"Fakta bahwa Relotius telah menulis banyak kutipan palsu, penggambaran individu dan adegan-adegan serta lokasi yang fiktif.. dan hal itu tidak terdeteksi selama bertahun-tahun, melemparkan pertanyaan tentang kelemahan organisasi internal kami yang harus segera kami atasi," tulis Der Spiegel di situs online-nya.

Claas Relotius, ketika ditanya mengapa membuat reportase palsu, mengatakan bahwa hal itu tidak terlalu sulit dilakukan. Dia mengaku melakukannya karena merasa takut akan kegagalan.

Dia mengatakan, setelah memenangkan beberapa penghargaan, dia merasakan tekanan yang meningkat untuk menghasilkan reportase yang bagus.

Baca juga: Trump Ancam Bakal Cabut Akreditasi Jurnalis Berita Palsu

"Kami masih belum bisa memperkirakan seberapa besar dimensi kasus ini secara keseluruhan, namun kami memutuskan untuk mengungkapnya saat ini kepada publik."

"Kami sekarang baru memulai pemeriksaan secara tuntas kasus ini dan membentuk komisi yang akan melakukan pemeriksaan rinci. Karena kami ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa itu terjadi. Sehingga hal serupa tidak terjadi lagi di masa depan."

"Kami punya banyak pertanyaan kepada kami sendiri, dan jawabannya mungkin akan mengubah banyak hal di perusahaan kami," tulis Der Spiegel seperti dikutip Deutsche Welle.



Close Ads X