Kota di China Ini Larang Sinterklas dan Pernak-pernik Natal

Kompas.com - 20/12/2018, 18:19 WIB
Warga Hong Kong berfoto dengan latar belakang dekorasi Natal di Kowloon. AFP / ISAAC LAWRENCEWarga Hong Kong berfoto dengan latar belakang dekorasi Natal di Kowloon.

Sebelumnya pada bulan September, pihak berwenang juga telah menutup sebuah Gereja Sion dengan 1.500 anggota di Beijing yang dianggap tidak memiliki izin.

Pada 9 Desember, sebuah gereja di Chengdu juga ditutup paksa dan sekitar 100 jemaahnya dilaporkan hilang.

Menurut Patrick Poon, peneliti Amnesti Internasional di China, penggerebekan terhadap gereja oleh otoritas pemerintah mencerminkan sikap pemerintah terhadap kegiatan agama.

Seperti diketahui pemerintahan China dengan partai Komunis yang berkuasa menganut ateisme.

Baca juga: Usai Digerebek Polisi, Puluhan Umat Gereja di China Hilang

Poon menambahkan, tindakan pelarangan perayaan dan pernak-pernik Natal di kota Langfang adlah bentuk upaya pemerintah kota yang ingin mengesankan pemerintah pusat.

"Otoritas di Langfang mungkin ingin menunjukkan kesiapan mereka untuk menyenangkan pemerintah pusat," ujarnya.

Kendati demikian, terlepas dari tindakan keras pemerintah terhadap perayaan Natal, industri di China masih menjadi produsen sekaligus pengekspor pernak-pernik, termasuk pohon Natal buatan terbesar di dunia pada 2017. Demikian diberitakan Xinhua.

Halaman:


Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X