AS akan Tinjau Kembali Larangan Perjalanan ke Korea Utara oleh Warganya

Kompas.com - 20/12/2018, 15:54 WIB
Perwakilan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, saat tiba di bandara internasional Incheon, Seoul, pada Rabu (19/12/2018). AFP PHOTO / YONHAPPerwakilan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, saat tiba di bandara internasional Incheon, Seoul, pada Rabu (19/12/2018).

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah AS mempertimbangkan untuk mengizinkan warga negaranya melakukan perjalanan ke Korea Utara untuk tujuan kemanusiaan.

Perwakilan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun mengatakan telah mendapat instruksi dari Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk meninjau kembali kebijakan tentang bantuan kemanusiaan oleh kelompok-kelompok swasta dan keagamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Biegun di sela kunjungannya ke Seoul, Korea Selatan, untuk pertemuan membahas masalah nuklir Korut dengan pejabat Korsel.

"AS bersama dengan PBB akan terus meninjau secara ketat permintaan terhadap pengecualian untuk pengiriman bantuan ke DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea)."

"Tentunya kami akan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan warga Amerika," ujar Biegun, seperti dikutip dari laporan CNN, pada Rabu (19/12/2018).

Baca juga: PBB Pertimbangkan Lagi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara

Biegun mengatakan, evaluasi atas larangan tersebut akan dilakukan pada awal tahun depan jika situasi yang ada mendukung.

Namun Biegun maupun pejabat diplomatik AS lainnya tidak menerangkan apakah peninjauan akan dilakukan terhadap seluruh larangan atau hanya pada bagian bantuan kemanusiaan.

Departemen Luar Negeri AS telah mengumumkan larangan perjalanan oleh warga negara AS ke Korea Utara pada September 2017, menyusul insiden kematian seorang pelajar AS, Otto Warmbier, di negara tertutup itu.

Pelajar berusia 22 tahun itu ditangkap otoritas Korea Utara karena dituduh sebagai mata-mata setelah mencuri sebuah tanda propaganda. Dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa di penjara.

Namun setelah menjalani penahanan selama hampir 17 bulan, Warmbier dibebaskan oleh Pyongyang pada Juni 2017.

Warmbier diketahui kemudian menderita cedera neurologis karena penyebab yang tidak diketahui dan dipulangkan ke AS dalam kondisi telah mengalami kerusakan otak. Dia meninggal enam hari setelah kembali ke AS.

Baca juga: PBB: Produksi Pangan Korea Utara pada 2018 Terus Menurun



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X