Kompas.com - 19/12/2018, 20:55 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Koalisi pimpinan Arab Saudi dilaporkan menggelar serangan udara ke bandara yang berada di ibu kota Yaman, Sanaa.

Dalam pernyataan yang dikutip Al-Ekhbariya, serangan udara itu menyasar drone yang sedang bersiap untuk terbang dan dituding bakal memberikan ancaman.

Baca juga: Beberapa Menit Usai Gencatan Senjata, Perang Kembali Meletus di Yaman

"Bandara itu dipakai Houthi sebagai pangkalan militer yang jelas-jelas melanggar hukum kemanusiaan internasional," ulas koalisi.

AFP melaporkan Rabu (19/12/2018), serangan itu merupakan aksi pertama yang diakui koalisi sejak pembicaraan damai di Swedia yang menghasilkan gencatan senjata di Hodeida.

Kesepakatan juga diperoleh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di kota Taiz yang dikontrol loyalis Yaman namun dikepung oleh Houthi.

Utusan PBB Martin Griffiths mengatakan, saat ini mereka belum menemukan titik terang terkait Bandara Sanaa yang ditutup untuk penerbangan komersial sejak 2015 itu.

"Bandara tersebut bakal didiskusikan lagi dalam pertemuan selanjutnya yang diagendakan bakal digelar Januari mendatang," terang Griffiths.

Dalam pertemuan selanjutnya, kubu Houthi dan pemerintah Yaman bakal menentukan kerangka negosiasi dan membahas perdamaian secara utuh.

Perang antara pemberontak Houthi dan pemerintah terjadi ketika Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi melarikan diri ke Saudi dan membuat koalisi melakukan intervensi pada 2015.

Sejak saat itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 10.000 orang tewas akibat konflik, meski organisasi penegakan HAM menyatakan jumlahnya bisa melebihi data WHO.

Selain itu, sekitar 14 juta warga Yaman berada dalam bahaya kelaparan di mana PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk.

Baca juga: PBB Sebut Temukan Lebih Banyak Senjata Buatan Iran di Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.