Kompas.com - 18/12/2018, 19:32 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang bocah tiga tahun yang tinggal di kawasan Negara Bagian Jammu-Kashmir, India, tewas diterkam seekor macan tutul.

Dilansir AFP Selasa (18/12/2018), Wasim Akram sedang bermain di dapur bersama ibunya ketika macan tutul itu masuk dan menerkamnya, kemudian membawanya ke hutan.

Baca juga: Sedang Meditasi di Hutan, Seorang Biksu Tewas Diterkam Macan Tutul

Media lokal Tribune India melaporkan warga dibantu polisi mengejar macan tutul itu. Namun mereka hanya menemukan jenazah Akram yang sudah tanpa kepala.

Polisi menjelaskan, jenazah Akram kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah mereka menyelesaikan dokumen formal.

Insiden tersebut merupakan yang ketiga dalam dua bulan terakhir. Termasuk bocah berusia delapan tahun bernama Rehmat Ali pada 7 Desember.

Pejabat lokal menerangkan mereka saat ini berusaha mendapatkan perintah untuk melenyapkan macan tutul itu dari Pemerintah Negara Bagian Jammu-Kashmir.

Adapun petugas perlindungan alam liar menggunakan senjata bius dan melakukan pencarian untuk menemukan predator tersebut.

Pengawas hutan Tahir Ahmad Shawl menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan imbauan supaya warga melindungi diri dari ancaman binatang buas.

"Kami melihat macan tutul itu di pagi hari ini. Namun sampai saat ini kami masih belum bisa menangkapnya," terang Shawl.

Data resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah India memprediksi terdapat 12.000 sampai 14.000 ekor macan tutul di sana.

Jumlah mereka menurun karena habitat mereka menyempit sebagai dampak dari pembangunan. Membuat macan tutul itu semakin dekat dengan wilayah manusia.

Sementara tidak ada jumlah pasti orang yang tewas karen diterkam macan tutul, pakar meyakini ratusan orang dibunuh setiap tahunnya.

Pekan lalu, seorang biksu Buddha diterkam macan tutul ketika bermeditasi di hutan kawasan Negara Bagian Maharashtra.

Baca juga: Otoritas India Umpankan Manusia untuk Tangkap Seekor Macan Tutul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.