Kunjungi Pacar di Pakistan, Pria India Dituduh Mata-mata dan Ditangkap

Kompas.com - 18/12/2018, 16:32 WIB
Dipenjara. ThinkstockDipenjara.
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang pria India yang dipenjara selama beberapa tahun karena menemui kekasihnya di Pakistan, dibebaskan pada Selasa (18/12/2018).

Hamid Nehal Ansari secara ilegal masuk ke Pakistan lewat Afghanistan pada 2012 sebelum ditangkap aparat keamanan Pakistan.

Pada 2015 dia kemudian dinyatakan bersalah karena melakukan kegiatan mata-mata dan memalsukan dokumen.

Baca juga: Memotret ke Luar Jendela Pesawat, Remaja Inggris Dituduh Mata-mata

Namun, di pengadilan Hamid mengatakan, dia masuk ke Pakistan hanya karena ingin bertemu dengan perempuan yang dikenalnya lewat Faceboo.

Kuasa hukum Hamid, Qazi Muhammad Anwar mengatakan, saat itu polisi menunggu di luar rumah perempuan tersebut lalu menangkap Hamid saat dia keluar dari rumah itu.

"Hamid dibebaskan dari penjara hari ini pukul 07.25 dan saat ini dia berada di Lahore menunggu waktu melintasi perbatasan India," ujar Anwar.

Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan, Hamid akan kembali ke India leat pintu perbatasan di Lahore pada Selasa sore waktu setempat.

Pemerintah India membenarkan kabar baik dari Pakistan itu.

"Kami sangat lega, terutama untuk pihak keluarga. Akhirnya masa enam tahun di penjara Pakistan berakhir," demikian kementerian luar negeri India.

Pakistan dan India sudah terlibat tiga kali perang sejak 1947. Selain itu, saling tangkap warga negara masing-masing dengan tuduhan melakukan tindakan mata-mata adalah hal yang jamak terjadi.

Baca juga: Ashraf Marwan, Menantu Presiden Mesir yang Jadi Mata-mata Israel



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X