18 Desember 1981, Penerbangan Pesawat Supersonik Tempur Terbesar Dunia

Kompas.com - 18/12/2018, 12:04 WIB
Tupolev TU-160 SputnikTupolev TU-160

Saat itu, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev sedang bernegosiasi untuk mengakhiri Perang Dingin

Pada akhirnya, 36 pengebom Tu-160 diproduksi (termasuk sembilan pesawat uji) sebelum 26 Desember 1991, yang menjadi penanda runtuhnya Uni Soviet. Tu-160 mendukung militer dari Soviet dan Ukraina ketika itu.

Baca juga: 24 Oktober 2003, Akhir dari Mimpi Pesawat Supersonik Concorde

Desain pesawat

Badan pesawat pengebom memiliki bentuk yang khas dengan moncong lancip. Pada seluruh badan pesawat, difasilitasi dengan berbagai sensor dan dilindungi oleh sinar titanium.

Memiliki sayap runcing untuk bisa melakukan penerbangan kinerja tinggi pada kecepatan supersonik dan subsonik. Permukaan ekor berbentuk horizontal dan vertikal yang salah satu bagian bisa bergerak.

Dengan kemampuannya, pesawat ini dapat menyerang target strategis dengan senjata nuklir secara cepat dan tepat. Jarak maksimum jelajah 12.300 kilometer. Radius tempurnya sekitar 7.300 kilometer.

Blackjack memiliki panjang 54,1 meter dan lebarnya mencapai 55,7 meter. Tingginya sekitar 13,1 meter mampu menampung 4 kru dalam pesawatnya.

Keempat awak dilengkapi dengan nol/nol kursi ejeksi, yang menyediakan kru dengan pilihan untuk keluar dengan aman di seluruh rentang ketinggian dan kecepatan udara, termasuk ketika pesawat itu diparkir.

Pengembangan

Kazan Aircraft Production Organization (KAPO) dianugerahi kontrak untuk meningkatkan pesawat pengebom Tu-160 Angkatan Udara Rusia.

Paket peningkatan Tupolev termasuk sistem penargetan baru, upgrade rudal jelajah dan suite peperangan elektronik. Pesawat yang ditingkatkan pertama kali dikirim pada Juli 2006.

Pada September 2008, dua pesawat pengebom Tu-160 melakukan penerbangan trans-Atlantik pertama untuk jenis, dari Murmansk ke Venezuela dalam rangka latihan.

Pada Juni 2010, dua pengebom Tu-160 Rusia menyelesaikan patroli pemecah rekor 23 jam yang meliputi 18.000 km jangkauan penerbangan. Pesawat pengebom terbang dengan perbatasan Rusia di atas Arktik, Samudera Pasifik dan akhirnya mendarat di pangkalan Engels di wilayah Volga.

Kementerian Pertahanan Rusia memberikan kontrak kepada Tupolev dan KAPO untuk modernisasi tiga pengebom Tu-160, pada bulan Juli 2013.

Pesawat Tu-160 dengan radar udara yang ditingkatkan dan peralatan navigasi melakukan penerbangan pertama pada 16 November 2014. Pesawat ini mulai beroperasi dengan Angkatan Udara Rusia pada bulan Desember 2014.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X