Kerisauan Guru Bahasa Melayu di Thailand Selatan

Kompas.com - 18/12/2018, 12:00 WIB

Berbeda dengan mayoritas yang beragama Budha dan berbahasa Thailand, provinsi paling selatan Thailand mayoritas merupakan orang Melayu dan beragama Islam.
Ceritalah/Wan Muhaimin Berbeda dengan mayoritas yang beragama Budha dan berbahasa Thailand, provinsi paling selatan Thailand mayoritas merupakan orang Melayu dan beragama Islam.

BAGAIMANA Anda bisa mengajar ketika kekerasan ada di mana-mana? Bagaimana Anda bisa memberi harapan, sekaligus mengajarkan kedisiplinan dan ketertiban kepada generasi muda–dalam hal ini siswa SMA?

Che-Ruhanee Asma-ae adalah seorang guru Bahasa Melayu berumur 34 tahun di Srinagarindra Princess Mother School, Provinsi Yala bagian selatan yang kerap dilanda banyak masalah. Terlahir di provinsi tetangga, Pattani, Cikgu (“guru”) Che dikenal murid-muridnya sebagai sosok yang tenang dan bertekad kuat.

“Bahasa menunjukan siapa kita. Bahasa berbeda dengan agama, sebab bahasa melampaui segala keyakinan dan itulah sisi indahnya. Seseorang yang beragama Buddha bisa berbahasa Melayu, dan tidak ada yang salah dengan itu. Jadi bila orang Muslim bisa berbahasa Thai, yang lain pun bisa berbahasa Melayu, bukan?” katanya.

Bertolak belakang dengan wilayah Thailand lain yang mayoritas beragama Buddha dan berbahasa Thai, tiga provinsi selatan Thailand (Yala, Pattani, dan Narathiwat) mayoritas Muslim dan berbahasa Melayu.

Tiga provinsi ini juga telah dilanda aksi pemberontakan terlama di Asia Tenggara (bermula di awal 1960), yang dipicu oleh kebijakan asimilasi yang insensitif dan diterapkan secara kasar.

Sama halnya dengan Myanmar, Filipina dan negara ASEAN lainnya yang terus bergulat dengan hak minoritas, Thailand juga harus menempuh pengalaman kompleks yang seringkali berujung pahit.

Baca juga: Thailand Selatan Takkan Aman tanpa Libatkan BRN, Faksi Pemberontak Melayu

Isu bahasa, agama, dan budaya bagaikan duri di dalam daging. Isu ini pun telah menjadi pembakar masalah di wilayah selatan Thailand. 

Korban atas kejadian ini telah surut dan mengalir selama berpuluh-puluh tahun. Meski berkali-kali diupayakan, perdamaian sulit tercapai.

Pada 2007, korban meninggal memuncak hingga 892 jiwa – hal ini merupakan aksi pembalasan atas pembantaian berdarah di Tak Bai pada 2004 yang membunuh 85 orang. Untungnya, sejak itu aksi kekerasan telah menurun cukup signifikan dan sejauh ini di 2018, jumlah korban berada di titik terendah dengan 61 meninggal dan 130 luka-luka.

Seorang aktivis yang bersuara lantang sejak kuliah, Cikgu Che tidak takut untuk mempertahankan keyakinannya, terutama Bahasa Melayu sebagai identitas konstituen.Ceritalah/Wan Muhaimin Seorang aktivis yang bersuara lantang sejak kuliah, Cikgu Che tidak takut untuk mempertahankan keyakinannya, terutama Bahasa Melayu sebagai identitas konstituen.
Walaupun ingin bersifat optimistis, sayangnya pemerintahan Malaysia yang baru di bawah Perdana Menteri Mahathir Mohamad tidak akan membawa banyak perubahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X