Kompas.com - 18/12/2018, 09:48 WIB
|

Semua yang tersisa adalah bagian dasar menara yang berbentuk segi empat. Sisanya hancur akibat pertempuran.

Abu Bakr Kenaan, kepala badan wakaf provinsi Nineveh, mengatakan bahwa, sisa menara itu akan dilestarikan.

Sementara, bagian lain masjid akan dibangin kembali bersama sebuah museum untuk mengenang sejarah bangunan itu.

Proyek pembangunan kembali yang diperkirakan berlangsung selama lima tahun itu akan memakan biaya 50,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 731 miliar.

Dana pembangunan kembali masjid ini merupakan sumbangan dari pemerintah Uni Emirat Arab.

Di tahun pertama, proyek akan fokus pada dokumentasi dan pembersihan lokasi. Sementara empat tahun berikutnya merupakan restorasi fisik.

"Penghancuran masjid ini merupakan sebuah momen penuh kengerian dan keputusasaan," kata perwakilan UNESCO di Irak, Louise Haxthausen

"Hari ini, saat kita meletakkan batu pondasi masjid Al-Nuri, kita semua memulai perjalanan sebuah rekonstruksi fisik," tambah dia.

Masjid ini mengambil nama Nuredi al-Zinki, orang yang memerintahkan pendirian tempat itu pada1172 setelah mempersatukan Suriah dan wilayah utara Irak.

Menaranya yang berbentuk silinder, yang terdiri atas beberapa tingkat dan dipuncaki sebuah kubah putih kecil, sudah mulai digunakan beberapa abad lalu.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.