Berita Populer: Hujan Uang, hingga "Bubble Tea" dari Obat Batuk Sirup

Kompas.com - 18/12/2018, 06:05 WIB
Perusahaan minuman asal Amerika Serikat, Labobatory, menciptakan bubble tea pakai obat batuk sirup. (Facebook/Labobatory) Perusahaan minuman asal Amerika Serikat, Labobatory, menciptakan bubble tea pakai obat batuk sirup. (Facebook/Labobatory)

KOMPAS.com - Kepolisian Hong Kong akhirnya menahan seorang pria yang diduga terkait dengan insiden " hujan uang".

Kemudian, perusahaan minuman asal Amerika Serikat membuat "bubble tea" dengan memakai obat batuk sirup.

Kedua berita tersebut masuk dalam barisan berita populer dari berbagai negara sepanjang Senin (17/12/2018) hingga Selasa (18/12/2018) pagi.

Berikut rangkuman empat berita populer yang disajikan untuk mengisi pagi Anda:

1. Kepolisian Hong Kong Tahan Seorang Pria Terkait Kasus Hujan Uang

Polisi menahan seorang pria di Sham Shui Po, lokasi yang sama dengan peristiwa hujan uang sehari sebelumnya.

Pria tersebut diyakini adalah Wong Ching-kit. Dia ditahan sesaat setelah keluar dari dalam mobil mewahnya dan diduga akan kembali melakukan aksi pembagian uang.

Wong (24) melakukan siaran langsung di Facebook saat petugas menahan dan membawanya ke mobil polisi.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

2. Karena 4 Fans K-Pop, Penumpang Korean Air Terpaksa Turun dari Pesawat

Para penumpang maskapai Korean Air yang hendak bertolak dari Hong Kong menuju Seoul terpaksa turun dari pesawatnya.

Penyebabnya terdapat empat orang penggemar K-Pop yang masuk ke dalam pesawat demi bertemu dengan idolanya yang ada dalam penerbangan tersebut.

Mereka membeli dua tiket kelas eksekutif, satu kelas bisnis, dan satu kelas ekonomi demi bertemu dengan grup idola mereka.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X