Sekjen PBB Serukan Penyelidikan yang Kredibel atas Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 16/12/2018, 19:52 WIB
Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (kiri) bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (kanan) di New York, Amerika Serikat, Selasa (27/3/2018). (AFP/Bryan R Smith) Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (kiri) bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (kanan) di New York, Amerika Serikat, Selasa (27/3/2018). (AFP/Bryan R Smith)

DOHA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyerukan agar dilakukannya penyelidikan yang kredibel terhadap kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Guterres menegaskan, penyelidikan yang kredibel dibutuhkan diperlukan guna menjatuhkan hukuman yang pantas bagi semua pihak yang bersalah.

"Sangat penting untuk dilakukan penyelidikan yang kredibel dalam rangka menentukan hukuman bagi mereka yang bersalah," kata Guterres dalam konferensi di Doha, Minggu (16/12/2018).

Pemimpin organisasi PBB itu mengatakan, penyelidikan yang kredibel diperlukan karena selama ini informasi yang datang soal kasus Khashoggi hanya didapat dari laporan media.

Baca juga: Duta Besar AS untuk PBB Sebut MBS Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Khashoggi

Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi, dilaporkan hilang pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat di Istanbul.

Beredar kabar setelahnya bahwa Khashoggi telah dibunuh dan jenazahnya dimusnahkan dengan larutan asam.

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan kebenaran kasus pembunuhan yang terjadi dan mengatakan telah menahan 21 orang terkait kasus itu. Namun mereka menolak mengekstradisi para tersangka ke Turki.

Ankara telah membahas kemungkinan dilakukannya penyelidikan oleh PBB terhadap kasus Khashoggi, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

"Kami belum mendapat informasi baru atau pun hasil penyelidikan dari pihak Saudi," kata Cavusoglu, dilansir AFP.

"Namun Turki tidak akan menyerah atas kasus ini dan akan terus melangkah hingga akhir," tambahnya.

Sementara, dukungan terhadap dilakukannya penyelidikan internasional atas kasus pembunuhan Khashoggi sempat disampaikan Ketua Komisi HAM PBB, Michelle Bachelet.

"Saya sangat yakin (penyelidikan internasional) itu diperlukan untuk memastikan apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," ujarnya dikutip The Independent, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Komisi HAM PBB Serukan Penyelidikan Internasional atas Kasus Khashoggi



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X