Otoritas Kamboja Sita 3 Ton Gading Gajah yang Dikirim dari Mozambik

Kompas.com - 16/12/2018, 16:17 WIB
Petugas memeriksa ribuan potong gading gajah yang ditemukan dalam sebuah kontainer di pelabuhan di Phnom Penh, Kamboja. AFP / BAN CHORKPetugas memeriksa ribuan potong gading gajah yang ditemukan dalam sebuah kontainer di pelabuhan di Phnom Penh, Kamboja.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Otoritas Kamboja telah menyita lebih dari 3 ton gading gajah yang disembunyikan dalam sebuah kontainer penyimpanan yang dikirim dari Mozambik.

Temuan yang diumumkan petugas bea cukai Kamboja, pada Sabtu (15/12/2018) itu menjadi kasus penyelundupan gading gajah terbesar di negara itu.

Melansir dari AFP, pengungkapan penyelundupan sebanyak 1.026 gading gajah itu dilakukan pada Kamis (13/12/2018) lalu di Pelabuhan Otonom di Phnom Penh, setelah mendapat petunjuk dari kedutaan AS.

Penemuan itu sekaligus kembali menyoroti Kamboja sebagai salah satu titik persinggahan regional untuk perdagangan benda satwa liar terlarang bernilai miliaran dollar tersebut.

Baca juga: Istri Robert Mugabe Diduga Lakukan Bisnis Penyelundupan Gading Gajah

"Seribu lebih gading gajah itu disembunyikan di antara marmer dalam kontainer yang telah ditinggalkan," ujar Sun Chhay, Direktur Kantor Bea dan Cukai di pelabuhan.

Ditambahkannya, kontainer berisi gading gajah tersebut dikirim dari Mozambik dan telah tiba di pelabuhan sejak tahun lalu.

Pemilik dari kiriman kontainer tersebut tidak disebutkan identitasnya dan tidak muncul untuk mengambil kargo.

Pihak bea dan cukai hingga kini masih menggelar penyelidikan terkait penemuan gading gajah tersebut dan belum dapat memastikan apakah kiriman tersebut ditujukan untuk negara lain.

Menurut Sun Chhay, permintaan akan gading gajah ilegal banyak datang dari China dan Vietnam, yang mendorong masih maraknya perdagangan produk satwa liar ilegal tersebut.

Lemahnya penegakan hukum dan korupsi menjadi pendorong penyelundupan produk satwa liar melalui Kamboja, terutama setelah Thailand, yang berdekatan, sedang menggiatkan upaya penindakan perdagangan satwa liar.

Kamboja memiliki populasi gajah yang sangat kecil, namun peranannya sebagai pusat transit pengiriman menjadikan beberapa kali terjadi penemuan dan pengungkapan upaya penyelundupan gading gajah dalam jumlah besar selama lima tahun terakhir.

Sebelumnya pada 2014, petugas bea dan cukai Kamboja berhasil mengungkap upaya penyelundupan tiga ton gading gajah yang disembunyikan dalam kontainer kacang di pelabuhan Sihanoukville.

Tahun lalu, hampi satu ton gading gajah ditemukan tersembunyi dalam kayu yang ditemukan di dalam kontainer yang ditinggalkan dan tercatat sebagai milik perusahaan yang berbasis di Mozambik.

Baca juga: Nestapanya Gajah-gajah yang Kerap Digunakan Beratraksi di Sirkus...



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X