Bentrokan di Kashmir, Pasukan Keamanan India Tembak Mati 7 Demonstran

Kompas.com - 15/12/2018, 19:28 WIB
Personel medis membawa seorang pemuda yang terluka akibat tembakan peluru selama bentrokan dengan pihak berwenang, di Srinagar, India, Sabtu (15/12/2018). (AFP/Tauseef Mustafa) Personel medis membawa seorang pemuda yang terluka akibat tembakan peluru selama bentrokan dengan pihak berwenang, di Srinagar, India, Sabtu (15/12/2018). (AFP/Tauseef Mustafa)

SRINAGAR, KOMPAS.com - Sebanyak 7 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka akibat pasukan pemerintah menembaki demonstran di Pulwana, Kashmir, India, pada Sabtu (15/12/2018).

Melansir NDTV, pihak keamanan melepaskan tembakan saat terjadi bentrokan, menyusul upaya memberantas tiga teroris yang ditembak mati pada Sabtu pagi.

Seorang tentara tewas dalam operasi yang pecah pada dini hari tadi di desa Sirnoo, Pulwama, tempat di mana kelompok pemberontak bersembunyi di sebuah kebun.

Baca juga: India Kembali Terlibat Baku Tembak dengan Pakistan di Kashmir

Kekerasan telah menyebabkan situasi memanas di wilayah tersebut, menimbulkan reaksi politik yang tajam.

Tiga militan bersenjata, termasuk seorang mantan tentara yang bergabung dengan pemberontak, kemudian melompat keluar dari rumah untuk melawan tentara.

Sementara baku tembak sedang berlangsung, ratusan warga desa tumpah ruah ke jalan dalam cuaca dingin membeku dan berbaris menuju kebuh buah itu.

Diwartakan AFP, mereka meneriakkan slogan-slogan yang mendukung para pemberontak dan melemparkan batu ke pasukan keamanan.

"Terjadi kekacauan. Ada enam demonstran tewas dalam penembakan oleh tentara," katanya seorang perwira polisi.

Kemudian pihak rumah sakit mengonfirmasi satu lagi korban tewas akibat terkena peluru.

Abid Hussain, salah satu warga sipil yang tewas, merupakan lulusan MBA yang baru kembali dari Indonesia sebulan lalu dengan istrinya yang berasal dari Indonesia dan bayinya.

Halaman:


Sumber AFP,NDTV
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X