Jelang Natal, Jerman Kekurangan Tenaga Ahli untuk Perankan Sinterklas

Kompas.com - 14/12/2018, 21:36 WIB
Ilustrasi Sinterklas. (Shutterstock) Ilustrasi Sinterklas. (Shutterstock)

BERLIN, KOMPAS.com - Kekurangan tenaga kerja ahli di Jerman ternyata juga berdampak pada suasana Natal.

Pasalnya, sebuah agensi Sinterklas di negara itu menyatakan makin sulit mencari pemeran pria tua berjenggot tebal tersebut untuk acara-acara Natal di berbagai tempat.

Sebagai informasi, orang-orang yang berperan sebagai Sinterklas di Jerman disebut Nikolaus. Mereka biasanya dipesan oleh toko-toko atau pasar Natal untuk meramaikan suasana.

Baca juga: Ketika Sinterklas Berlutut di Hadapan Veteran Perang Dunia II

Willi Dahmen, yang menjalankan salah satu agensi di kota Celle mengatakan, dia dan agen penyalur lainnya di seluruh Jerman saat ini menghadapi kelangkaan tenaga Sinterklas.

Dahmen menuturkan, salah satu alasannya karena banyak kaum muda sekarang yang tidak mau mengorbankan libur akhir pekan atau waktu senggangnya untuk melakukan pekerjaan itu.

Di sisi lain, dia juga menyesalkan banyak pemeran Sinterklas yang menerima pekerjaan tersebut tapi kurang terlatih. Mereka bahkan memakai kostum murahan yang tidak sesuai dengan perannya.

"Apa yang nanti dipikirkan anak-anak?" kata Dahmen.

Di agensi milik Damen, calon Sinterklas akan menerima pelatihan sekitar 4-5 jam. Mereka belajar pentingnya tidak merokok atau menggunakan smartphone saat mengenakan kostum atau saat bertugas.

Mereka juga didorong untuk belajar lagu-lagu Natal dan puisi, jika diminta klien.

Selain itu, dia menekankan pentingnya Sinterklas agar punya kemampuan berkomunikasi dengan anak-anak, misalnya untuk menyampaikan keinginan orangtua mereka agar mereka mengubah perilaku tertentu.

Hal tersebut dilakukan secara diplomatis dan tanpa harus menyebabkan rasa takut pada anak.

Baca juga: Guru di AS Dipecat karena Sebut Sinterklas Tidak Nyata

Dahmen menekankan, Sinterklas yang terlatih baik dapat menjadi pusat perhatian.

Satu toko di kota Bochum mencatat bahwa jumlah anak-anak yang menghadiri acara Natal meningkat 25 persen, setelah penampilan Sinterklas yang profesional.

Di Berlin, satu organisasi mahasiswa mengatakan mereka menghentikan perekrutan Sinterklas karena tenaga kerja kurang.

Padahal kota itu, pemeran Sinterklas mendapat bayaran cukup baik, bisa mencapai 500 euro atau Rp 8,2 juta pada Malam Natal.


Terkini Lainnya

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Nasional
Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Regional
Bagikan 'Solar Cell' ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Bagikan "Solar Cell" ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Regional
Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Nasional
Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Megapolitan
Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Nasional
Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Regional
Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Nasional
Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Megapolitan
Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Regional
Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Megapolitan
Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Nasional
BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

Nasional
Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Regional
Penderita TBC 'Kebal Obat' Meningkat di Kulon Progo

Penderita TBC "Kebal Obat" Meningkat di Kulon Progo

Regional

Close Ads X