Rebut Kursi Orang Lain, Dua Penumpang Kereta di China Dipenjara

Kompas.com - 14/12/2018, 21:02 WIB
Ilustrasi kereta cepat.Thinkstock Ilustrasi kereta cepat.

BEIJING, KOMPAS.com - Dua penumpang kereta di China dijebloskan ke bui karena dianggap menganggu ketertiban umum.

Diwartakan SCMP, Jumat (14/12/2018), mereka menolak menyerahkan kursi yang telah dipesan oleh penumpang lainnya.

Seorang perempuan di antaranya, Li, bahkan harus mendekam di penjara selama 7 hari atas perbuatannya merebut kursi penumpang di dalam kereta cepat dalam perjalanan dari Wuxi, provinsi Jiangsu, pada pekan lalu.

Baca juga: Buron 11 Tahun, Tersangka Korupsi di China Akhirnya Menyerahkan Diri

Dia adu mulut dengan seorang pria yang seharusnya duduk pada kursi yang dipakai Li.

Penumpang lainnya mengeluhkan cekcok tersebut dan melaporkannya kepada staf kereta serta polisi. Tapi, Li tetap menolak untuk menyerahkan kursinya.

"Apakah ini kursi Anda? Siapa yang bilang begitu? Apa nama Anda sesuai dengan kursi?" tanya Li kepada pria tersebut.

Namun, Li selanjutnya ditangkap ketika kereta berhenti di Stasiun Nanjing Selatan, yang berada di provinsi Jiangsu.

Pada hari yang sama, seorang penumpang berusia 22 tahun menggunakan kereta dari Baotou di Mongolia Dalam menuju Dalian di Liaoning.

Dia ditahan juga karena merebut kursi milik penumpang lain. Perempuan bernama Liu itu mengatakan, dia yang datang pertama sehingga berhak duduk di kursi tersebut.

Liu melakukan kekerasan verbal terhadap penumpang lainnya dan seorang petugas polisi kereta yang membujuknya untuk pindah.

Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta menjadi terganggu. Kemudian, dia dijebloskan ke penjara selama lima hari karena melanggar keamanan publik.

Kedua kasus tersebut menunjukkan hukuman paling keras yang diberikan kepada perebut kursi kereta sejauh ini.

Baca juga: Misi China Menjelajah Sisi Jauh Bulan Sudah Memasuki Orbitnya

Pada Agustus lalu, seorang mahasiswa doktoral yang bermarga Sun menuai kritik dari warganet karena mengambil kursi orang lain di gerbong kereta yang setengah kosong.

Warganeta kemudian mengunggah detail pribadi Sun secara online setelah rekaman dia menolak menyerahkan kursi dibagikan secara luas.

Dia didenda 200 yuan atau sekitar Rp 420.000. Selain itu, perusahaan kereta mencabut hak Sun untuk membeli tiket selama 180 hari.



Terkini Lainnya

Mesir Kecam Pernyataan Erdogan yang Sebut Morsi 'Dibunuh'

Mesir Kecam Pernyataan Erdogan yang Sebut Morsi "Dibunuh"

Internasional
Diceraikan Lewat WhatsApp, Perempuan Ini Lapor Polisi

Diceraikan Lewat WhatsApp, Perempuan Ini Lapor Polisi

Internasional
Kisah Pemasangan Layanan Telepon Komersial Pertama di Dunia..

Kisah Pemasangan Layanan Telepon Komersial Pertama di Dunia..

Internasional
Iran Tembak Jatuh Sebuah 'Drone' Milik Amerika Serikat

Iran Tembak Jatuh Sebuah "Drone" Milik Amerika Serikat

Internasional
Dikejar Polisi Hutan, 2 Pemburu Badak Tewas Menabrak Kambing

Dikejar Polisi Hutan, 2 Pemburu Badak Tewas Menabrak Kambing

Internasional
Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Internasional
'Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun'

"Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun"

Internasional
Reporter TV Basah Kuyup Dikencingi Singa di Tengah Wawancara

Reporter TV Basah Kuyup Dikencingi Singa di Tengah Wawancara

Internasional
Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Internasional
Seorang Pria Penggal Anjing Temannya karena Berutang Uang Sewa

Seorang Pria Penggal Anjing Temannya karena Berutang Uang Sewa

Internasional
Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Internasional
Inspirasi Morse di Atas Kapal hingga Alat Bantu Polisi, Ini Sisi Lain Telegraf

Inspirasi Morse di Atas Kapal hingga Alat Bantu Polisi, Ini Sisi Lain Telegraf

Internasional
Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Internasional
Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Internasional
Pistol 'Pembunuh' Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Pistol "Pembunuh" Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Internasional

Close Ads X