Perancis Bantah Klaim ISIS soal Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg - Kompas.com

Perancis Bantah Klaim ISIS soal Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg

Kompas.com - 14/12/2018, 20:27 WIB
Mobil polisi berpatroli di jalanan  Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. (AFP/Frederick Florin) Mobil polisi berpatroli di jalanan Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. (AFP/Frederick Florin)

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis menolak klaim ISIS soal pelaku penembakan massal di Pasar Natal Strasbourg sebagai anggotanya.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner, saat mengunjungi salah satu kios penjual di Pasar Natal Strasbourg, yang kembali dibuka, Jumat (14/12/2018).

"Kita berhadapan dengan seorang pria yang telah dipengaruhi oleh kejahatan," kata Castaner.

Sebelumnya, ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa penembakan itu dan menyebut pelaku sebagai salah satu tentaranya.


Menurut Castaner, klaim ISIS tak lebih dari sekadar pernyataan oportunis.

Baca juga: Bikin Geger Perancis, Siapa Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg?

Insiden penembakan massal terjadi di Pasar Natal Strasbourg di Perancis, pada Selasa (11/12/2018) dan menewaskan tiga orang, termasuk seorang turis asal Thailand.

Polisi mengidentifikasi pelaku bernama Cherif Chekatt dan menggelar operasi pencarian besar-besaran dengan mengerahkan hingga 700 petugas.

Chekatt dapat ditemukan saat berada di Rue du Lazaret, kawasan Neudorf, pada Kamis (13/12/2018) malam sekitar pukul 21.00 waktu setempat, atau 48 jam setelah insiden penembakan.

Polisi yang berusaha mendekati pria berusia 29 tahun itu terpaksa menembak mati tersangka karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Wali Kota Strasbourg Roland Ries menuturkan dengan terbunuhnya Chekatt, maka warga yang khawatir bisa kembali melanjutkan aktivitasnya.

Chekatt dilaporkan mempunyai catatan 27 perbuatan kriminal di Perancis, Jerman, dan Swiss, serta menjadi radikal selama dalam penjara.

Dia masuk ke dalam daftar "S", yang artinya berpotensi menjadi ekstremis, dan sudah berada dalam pantauan polisi sejak 2015.

Selain menembak mati Chekatt, polisi juga menangkap lima orang, termasuk di antaranya orangtua Chekatt dan dua saudara laki-lakinya.

Baca juga: ISIS Klaim Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg adalah Tentaranya

Pada Kamis (13/12/2018) malam, dua orang lagi ditahan untuk diinterogasi dan menjadikan tujuh orang ditahan terkait kasus Chekatt.

Polisi saat ini memusatkan penyelidikan untuk mencari tahu apakah Chekatt mendapat bantuan dari pihak lain saat melancarkan serangan maupun saat dalam pelarian.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X