Korea Selatan Kabulkan Status Pengungsi kepada Dua Jurnalis Yaman - Kompas.com

Korea Selatan Kabulkan Status Pengungsi kepada Dua Jurnalis Yaman

Kompas.com - 14/12/2018, 18:26 WIB
Sejumlah pencari suaka asal Yaman berkumpul di sebuah hotel di Pulau Jeju.AFP / ED JONES Sejumlah pencari suaka asal Yaman berkumpul di sebuah hotel di Pulau Jeju.

JEJU ISLAND, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan telah mengabulkan status pengungsi kepada dua orang jurnalis Yaman yang melarikan diri dari perang sipil di negaranya.

Kantor Imigrasi Jeju mengatakan pada Jumat (14/12/2018), keputusan memberi status pengungsi kepada dua jurnalis tersebut setelah memperhitungkan ancaman terhadap keselamatan jiwa mereka jika kembali ke Yaman.

Kedua jurnalis tersebut dilaporkan telah mengalami ancaman penculikan dan pembunuhan karena liputan mereka yang mengkritik pemberontak Houthi.

Perang sipil Yaman yang bermula pada 2014 telah memperburuk hubungan antara pemberontak Houthi dengan koalisi pimpinan Arab Saudi.


Konflik yang terjadi telah menyebabkan lebih dari 17.000 warga sipil Yaman tewas atau terluka, menurut data dari PBB sejak Maret 2015.

Baca juga: Bawa Bayinya yang Kelaparan, Seorang Ayah di Yaman Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit

Selain memberi status pengungsi kepada dua jurnalis tersebut, kantor imigrasi juga mengizinkan sebanyak 50 warga Yaman untuk tinggal di negara itu untuk alasan kemanusiaan.

Sementara sebanyak 22 pengajuan suaka telah ditolak karena mereka dianggap telah mengamankan pemukiman yang stabil di negara-negara dunia ketiga.

Ratusan warga Yaman tiba di Pulau Jeju, yang berada di ujung selatan Korsel, sepanjang tahun ini. Mereka melarikan diri dari perang sipil yang sedang berlangsung di Yaman.

Total sebanyak 484 warga Yaman telah mengajukan permohonan suaka dalam paruh pertama tahun ini. Demikian diberitakan Yonhap News.

Dari jumlah itu, hanya dua orang yang telah dikabulkan pengajuannya dan mendapat status pengungsi. Sedangkan sebanyak 412 telah mendapat izin tinggal dengan visa kemanusiaan.

Sementara sisanya ditolak atau telah meninggalkan negara itu.

Bagi mereka yang mendapat izin tinggal, juga diperbolehkan melakukan perjalanan keluar Pulau Jeju.

Warga Yaman telah mengepung Pulau Jeju di Korea Selatan setelah Kantor Imigrasi Jeju memblokir mereka dari meninggalkan pulau pada April, di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah besar negara Muslim di negara Asia Timur.

Baca juga: Perang Bikin 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X