Sebut Kekasihnya Idiot Lewat WhatsApp, Pria Abu Dhabi Dipenjara - Kompas.com

Sebut Kekasihnya Idiot Lewat WhatsApp, Pria Abu Dhabi Dipenjara

Kompas.com - 14/12/2018, 15:32 WIB
WhatsApp.Shutterstock WhatsApp.

DUBAI, KOMPAS.com - Ungkapan jarimu adalah harimaumu sebagai agaknya tepat digukanan sebagai peringatan agar berhati-hati dalam menggunakan aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp.

Setidaknya, akibat tidak hati-hati mengirim pesan WhatsApp, seorang pria asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab harus berurusan dengan hukum.

Semua masalah ini berawal ketika pria yang disebutkan namanya itu mengirim pesan WhatsApp kepada kekasihnya.

Baca juga: Termakan Hoaks Lewat Whatsapp, Warga Kolombia Keroyok Tahanan hingga Tewas


Dalam pesan itu pria tersebut menggunakan kata "idiot" atau dalam bahasa Arab "habla" kepada kekasihnya itu.

Pria itu mengklaim, istilah "idiot" yang digunakannya bukan untuk menghina tetapi sekadar bercanda.

Namun, ternyata sang kekasih tidak terima dan menganggap pria itu menghinanyalalu mengadukan masalah ini ke pengadilan.

Alhasil pria itu disidangkan dan hakim menjatuhkan hukuman kurungan selama 60 hari dan denda sebesar 20.000 dirham atau hampir Rp 80 juta.

Ini adalah salah satu kasus hukum yang berawal dari salah paham akibat pesan Whatsapp.

Satu kasus lagi menimpa seorang pria yang diadukan seorang perempuan yang tak suka dengan sebuah kiriman video.

Di pengadilan pria itu mengklaim, dia tak sengaja mengirimkan video itu karena dia biasa mengirim sesuatu ke sejumlah orang yang ada di daftar kontaknya.

Satu ketika, dia secara tak sengaja langsung mengirimkan sebuah video tanpa memeriksa dulu isinya.

Baca juga: Sering Video Call Lewat WhatsApp, Foto Bugil Remaja Ini Disebar ke Medsos

Menurut pengacara Hasan Al Reyami semua konten yang dikirim lewat media sosial atau layanan pesan singkat bisa dijerat hukum kejahatan siber UEA.

Berdasarkan undang-undang UEA, seseorang bisa dipenjara atau dijatuhi hukuman denda maksimal 1 juta dirham atau hampir Rp 4 miliar jika dinyatakan bersalah mengirim konten melanggar yang melanggar hukum ke media sosial.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X