Lakukan Pelecehan Seksual di Pesawat, Pria India Dipenjara 9 Tahun

Kompas.com - 14/12/2018, 15:08 WIB
Prabu Ramamoorthy (34) terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan dalam penerbangan maskapai Spirit Airlines awal tahun ini.BBC/Wayne County Sheriffs Office Prabu Ramamoorthy (34) terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan dalam penerbangan maskapai Spirit Airlines awal tahun ini.

DETROIT, KOMPAS.com - Pengadilan federal di kota Detroit AS menjatuhkan hukuman penjara sembilan tahun untuk pria yang melakukan pelecehan seksual dalam sebuah penerbangan awal tahun ini.

Pengadilan juga memutuskan Prabu Ramamoorthy (34) akan dideportasi ke India setelah dia menjalani masa hukumannya di AS.

Harian The Detroit Free Press, Kamis (13/12/2018) mengabarkan, jaksa sebelumnya menuntut agar Prabhu dihukum 11 tahun penjara.

Baca juga: Seorang Penumpang Berolahraga di Pesawat, Penerbangan Dialihkan

Namun, hakim Terrence Berg memutuskan, hukuman penjara sembilan tahun sudah cukup untuk kejahatan yang disebutnya amat serius itu.

Insiden ini terjadi dalam penerbangan maskapai Spirit Airlines dari Las Vegas menuju ke Detroit.

Prabhu, warga India yang tinggal di AS dengan visa semengtara, duduk di kursi tengah, sementara istrinya duduk di sampingnya.

Sedangkan, perempuan yang menjadi korbannya duduk di dekat jendela dalam penerbangan itu.

Kasus ini mencuat setelah korban yang mengaku tidur di sepanjang penerbangan amat terkejut saat bangun mendapati kancing baju dan celana panjangnya sudah terlepas.

Keterkejutan korban bertambah karena mendapati tangan Prabhu berada di dalam celana panjangnya.

Prabhu membantah telah melakukan pelecehan seksual. Dia mengklaim dia tidur selama penerbangan setelah menenggak obat.

Istri Prabhu membela suaminya. Dia mengatakan, justru korbanlah yang meletakkan kepalanya di lutut suaminya.

Istri Prabhu meambahkan, mereka sudah meminta kru kabin untuk memindahkan korban ke kursi lain di pesawat itu.

Namun, para kru kabin dalam keterangan mereka kepada polisi menyebut justru korban yang meminta agar dia dipindahkan.

Baca juga: Dubai Klarifikasi Kabar Ibu Ditahan karena Minum Anggur di Pesawat

Para kru kabin menjelaskan, mereka menyaksikan korban menangis serta saat itu kancing baju dan celana panjangnya sudah terlepas.

Melihat kondisi itu, para kru kabin kemudian memindahkan tempat duduk korban ke bagian belakang pesawat.



Terkini Lainnya

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Nasional
Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Regional
Bagikan 'Solar Cell' ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Bagikan "Solar Cell" ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Regional
Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Nasional
Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Megapolitan
Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Nasional
Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Regional
Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Nasional
Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Megapolitan
Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Regional
Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Megapolitan
Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Nasional
BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

Nasional
Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Regional
Penderita TBC 'Kebal Obat' Meningkat di Kulon Progo

Penderita TBC "Kebal Obat" Meningkat di Kulon Progo

Regional

Close Ads X