Tahun Lalu, Hampir 40.000 Warga AS Tewas Akibat Senjata Api

Kompas.com - 14/12/2018, 14:05 WIB
Toko senjata api. ShutterstockToko senjata api.
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tahun lalu, angka warga Amerika Serikat yang tewas akibat senjata api mencapai rekor tertinggi selama beberapa dekade terakhir.

Sepanjang 2017, hampir 40.000 orang di seluruh Amerika Serikat tewas akibat senjata api.

Kesimpulan ini diperoleh dari analisa basis data WONDER milik  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Baca juga: Ajukan Kepemilikan Senjata Api di Belanda Harus Menyebut Ras dan Agama

Analisa serupa juga dilakukan Educational Fund to Stop Gun Violence, sebuah kelompok advokasi nirlaba yang fokus untuk menekan angka kekerasan bersenjata api di AS.

Berbasis data-data itu, CNN menyimpulkan sebanyak 39.773 orang tewas akibat kekerasan senjata api sepanjang 2017.

Angka korban tewas ini meningkat lebih dari 10.000 orang dibanding 1999 yang mencapai 28.874 orang.

Pakar statistik CDC, Kamis (13/12/2018) membenarkan angka yang diperoleh CNN ini benar dan angka ini menjadi yang tertinggi sejak 1979.

Para analis CNN juga menemukan bahwa sebanyak 23.854 orang tewas bunuh diri dengan menggunakan senjata api pada 2017.

Angka ini juga merupakan yang tertinggi selama 18 tahun terakhir, sekaligus naik lebih dari 7.000 kasus kematian dibanding pada 1999.

Jika data ini dirinci lagi menjadi ras dan gender, maka dari seluruh korban tewas itu sebanyak 23.927 orang adalah pria kulit putih.

"Pada 2017, hampir 109 orang tewas setiap hari akibat kekerasan senjata api," kata Adelyn Allchin, direktur riset kesehatan publik di Educational Fund to Stop Gun Violence.

"Kekerasan bersenjata adalah epidemi yang harus mendapatkan solusi kesehatan publik," tambah Allchin.

Baca juga: Ratusan Ribu Warga AS Tuntut Pengetatan Kepemilikan Senjata Api

"Kekerasan bersenjata sudah terlalu lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di AS. Sudah saatnya para pemimpin bekerja sama untuk menekan angka kekerasan ini," lanjut dia.

Namun, menurut National Rifle Association (NRA) menerbitkan undang-undang untuk membatasi kepemilikan senjata api bukan jawaban dari masalah ini.




Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X