Terungkap, Titanic Ditemukan lewat Misi Rahasia Militer AS

Kompas.com - 14/12/2018, 13:29 WIB
Kapal pesiar RMS Titanic dipandu kapal tunda saat meninggalkan galangan kapal Belfast, Irlandia Utara pada 2 April 1912. Robert John Welch/Harland & Wolff/Wikipedia Kapal pesiar RMS Titanic dipandu kapal tunda saat meninggalkan galangan kapal Belfast, Irlandia Utara pada 2 April 1912.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun, kisah yang berkembang adalah kapal Titanic ditemukan pada 1985 melalui upaya pencarian secara ilmiah.

Namun ternyata bukan itu kebenarannya. Setidaknya jika merujuk kepada pernyataan Robert Ballard selaku penemu kapal kelas-Olympic.

Ballard merupakan komandan di Angkatan Laut Amerika Serikat ( AS) sekaligus peneliti di Institut Osenaografi Woods Hole.

Baca juga: Titanic II Sedang Dibuat dan Bakal Berlayar Tahun 2022

Diwawancarai CNN Kamis (13/12/2018) tentang dokumen rahasia yang kini dipaparkan publik itu, Ballard berujar awalnya dia ditawari mencari Titanic.

Namun pendanaan dan peluang itu baru bisa diperoleh jika Ballard melakukan ekspedisi menemukan USS Thresher dan USS USS Scorpion.

Keduanya merupakan kapal selam bertenaga nuklir yang dilaporkan karam pada 1960-an. Ballard berujar, mereka tahu lokasi tenggelamnya Thresher dan Scorpion.

"Yang mereka (AS) inginkan adalah kami kembali ke sana dan memastikan Rusia tak mengikuti pergerakan kami," papar Ballard.

Dia menjelaskan, AS tertarik dengan senjata nuklir di Scorpion, dan melihat dampak reaktornya terhadap lingkungan sekitar.

Melakukan ekspedisi kapal selam nuklir dengan dalih berusaha menemukan Titanic, kata Ballard, begitu disukai media pada saat itu.

Ketika Ballard dan timnya selesai mengeksplorasi Scorpion dan Thresher, mereka hanya punya 12 hari untuk mencari Titanic.

Akhirnya pada 1 September 1985, Ballard menemukan bangkai kapal legendaris tersebut di Samudra Atlantik Utara pada kedalaman 12.000 kaki.

"Ketika kami menemukan Titanic, kami sangat senang. Kami tahu betapa sulitnya ekspedisi itu. Rasanya seperti mencetak gol di menit akhir," kenang Ballard.

Penemuan itu menjadi berita besar dunia selama beberapa hari sebelum New York Times merilis artikel mengenai proyek tersebut.

Juru bicara AL AS saat itu, Kapten Brent Baker, menyanggah keterlibatan militer dan menyatakan proyek itu bertujuan mencoba sistem oseanografik.

Baca juga: Selain Titanic, Ini 5 Kecelakaan Kapal Paling Mematikan di Dunia...

Namun 33 tahun berlalu, Ballard akhirnya mengakui misi yang terjadi di era Perang Dingin itu memang benar-benar ada.

Dia menuturkan masih banyak misi rahasia lain yang dibebankan AL AS kepadanya. "Namun, saya tak bisa berbicara karena belum boleh dibuka," katanya.

Titanic tenggelam pada 15 April 1912 ketika menempuh perjalanan dari Southampton, Inggris, menuju New York setelah bertabrakan dengan gunung es.

Dari 2.224 kru dan penumpang yang terestimasi, lebih dari 1.500 orang tewas, menjadikannya kecelakaan maritim terbesar di abad modern.

Baca juga: Rusia Bikin Titanic Nuklir, Apa Itu?



Terkini Lainnya


Close Ads X