ISIS Klaim Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg adalah Tentaranya

Kompas.com - 14/12/2018, 07:55 WIB
Mobil polisi berpatroli di jalanan  Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. (AFP/Frederick Florin) Mobil polisi berpatroli di jalanan Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. (AFP/Frederick Florin)

STRASBOURG, KOMPAS.com - Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mengklaim bertanggung jawab dalam penembakan massal di Pasar Natal Strasbourg, Perancis, pada Selasa (11/12/2018).

Melalui lembaga propagandanya Amaq dilansir AFP Kamis (13/12/2018), ISIS menyatakan pelaku penembakan yang bernama Cherif Chekatt merupakan salah satu tentaranya.

Baca juga: Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg Ditembak Mati Polisi

"Tentara kami melakukan operasi menanggapi seruan untuk menargetkan warga dari koalisi yang memerangi kami," demikian pernyataan ISIS yang diunggah ke Twitter.


Koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan kepada ISIS pada 2014, dan melatih milisi lain untuk melumpuhkan kelompok itu.

Sebelumnya, Chekatt menyerang pasar natal di dekat Place Kleber yang menjadi atraksi pariwisata Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

Tiga orang tewas dalam insiden itu, termasuk turis Thailand yang diidentifikasi oleh kedutaan besar di Paris bernama Anupong Suebsamarn (45).

Saat dia berusaha melarikan diri, dia bertemu empat tentara dan sempat terjadi baku tembak di mana salah satu tentara berhasil melukainya di lengan.

Chekatt segera menghentikan taksi terdekat, dan berkata kepada si sopir untuk menurunkannya di kantor polisi. Dia menembaki kantor itu sebelum melarikan diri.

Keberadaannya ditemukan tiga polisi yang bertugas di rue du Lazaret, kawasan Neudorf, Kamis pukul 21.00 waktu setempat.

Saat didekati, pria berusia 29 tahun itu langsung melepaskan tembakan kepada polisi dan langsung dibalas yang kemudian menewaskannya.

Chekatt dilaporkan mempunyai catatan 27 perbuatan kriminal di Perancis, Jerman, dan Swiss, serta menjadi radikal selama dalam penjara.

Dia masuk ke dalam daftar "S", yang artinya berpotensi menjadi ekstremis, dan sudah berada dalam pantauan polisi sejak 2015.

Selain menembak mati Chekatt, polisi juga menangkap lima orang, termasuk di antaranya orangtua Chekatt dan dua saudara laki-lakinya.

Baca juga: Beberapa Hal Terkait Penembakan Pasar Natal di Strasbourg

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X