Kanada Peringatkan Trump agar Tak Politisasi Kasus Petinggi Huawei - Kompas.com

Kanada Peringatkan Trump agar Tak Politisasi Kasus Petinggi Huawei

Kompas.com - 13/12/2018, 19:08 WIB
Warga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai.AFP / JOHANNES EISELE Warga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai.

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak menggunakan penahanan petinggi Huawei untuk tawar-menawar perdagangan dengan China.

Seperti diketahui Chief Financial Officer Huawei Men Wanzhou ditangkap di bandara Vancouver, Kanada, atas permintaan ekstradisi AS.

Meng kini menjadi telah dibebaskan dengan uang jaminan dan tinggal dalam pengawasan 24 jam di rumahnya di Vancouver.

Baca juga: Bebas dengan Jaminan, Begini Penampilan Petinggi Huawei di Rumahnya


"Mitra ekstradisi kami seharusnya tidak berusaha politisasi proses ekstradisi atau menggunakannya untuk tujuan lain selain mengejar keadilan," kata Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland, seperti dikutip dari CNN, Rabu (12/12/2018).

Pernyataan Freeland itu untuk menanggapi perkataan Trump soal pengakuannya yang mungkin intervensi terhadap kasus Meng.

Intervensi dilakukan sebagai upaya membantu AS dan China mencapai kesepakatan perdagangan.

Freeland mengatakan dalam kasus penangkapan Meng, Kanada hanya mengikuti ketentuan perjanjian ekstradisi dengan AS. Kini, dia sedang dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Trump sebelumnya mengatakan bakal melakukan apa saja yang terbaik bagi negaranya.

"Apa pun yang baik untuk negara ini, saya akan lakukan," katanya.

"Jika saya berpikir ini baik bagi apa yang bakal menjadi kesepakatan dagang terbesar yang pernah ada, yang tentu hal penting, dan apa yang baik bagi keamanan nasional, saya pasti akan intervensi apabila itu harus," ucap Trump.

Baca juga: Trump Mengaku Bisa Intervensi Kasus Petinggi Huawei, Asal...

Selain menanggapi pernyataan Trump, Freeland juga mengonfirmasi penahanan warga Kanada bernama Michael Kovrig di Beijing.

Kovrig merupakan mantan diplomat Kanada yang kini bekerja di International Crisis Group, sebuah organisasi nirlaba.

"Kanada sangat prihatin dengan penahanan Kovrig dan telah mengajukan kasus ini langsung kepada pejabat China," kata Freeland.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X