Migran Amerika Tengah Bersedia Tak Masuk AS asal Diberi Rp 724 Juta

Kompas.com - 13/12/2018, 17:17 WIB
Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez) Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez)

TIJUANA, KOMPAS.com - Dua kelompok migran asal Amerika Tengah melakukan aksi unjuk rasa di Konsulat Amerika Serikat di Tijuana, Meksiko, untuk menyerukan sejumlah tuntutan.

Salah satu kelompok bahkan memberikan ultimatum kepada pemerintahan Presiden Donald Trump, yaitu membiarkan mereka masuk atau memberikan mereka masing-masing 50.000 dollar AS Rp 724,9 juta untuk kembali pulang.

Diwartakan Fox News, Rabu (12/12/2018), seorang pengurus unjuk rasa, Alfonso Guerreo Ulloa, mengatakan jumlah tersebut diajukan satu kelompok di antara sekitar 100 orang yang tiba di konsulat sekitar pukul 11.00.

Baca juga: Usir Karavan Migran, Warga Kota di Meksiko Bentrok dengan Polisi


"Uang tersebut mungkin tampak seperti banyak bagi Anda," katanya.

"Tapi itu adalah jumlah yang kecil dibandingkan dengan semua yang telah dicuri Amerika Serikat dari Honduras," imbuhnya.

Dia mengatakan, uang tersebut nantinya akan mendorong migran untuk pulang ke rumah dan memulai bisnis kecil.

Sebuah surat dari kelompok itu juga mengkritik intervensi AS di Amerika Tengah.

Kemudian, mereka meminta AS untuk membuat Presiden Honduras Orlando Hernandez mundur dari jabatannya. Mereka memberi waktu kepada konsulat AS selama 72 jam untuk menanggapi.

"Sementara itu, keluarga, perempuan dan anak-anak yang telah melarikan diri dari negara kami terus menderita dan masyarakat sipil Tijuana terus dipaksa menghadapi krisis kemanusiaan," tulis surat yang diberikan oleh kelompok migran kedua.

"Krisis pengungsi sebagian besar disebabkan oleh beberapa dekade intervensi AS di Amerika Tengah," lanjutnya.

Seperti diketahui, sekitar 6.000 migran yang menempuh perjalanan dari Amerika Tengah menuju Tijuana, sekitar 700 di antaranya sudah kembali ke rumah.

Baca juga: Trump Pekerjakan Migran Tanpa Dokumen Resmi di Klub Golf Miliknya

Sekitar 300 di antaranya dideportasi dan 2.500 migran mengajukan visa kemanusiaan di Meksiko.

"Banyak orang yang pergi karena tidak ada solusi di sini," kata migran Douglas Matute.

"Kami pikir mereka akan membiarkan kami masuk. Tapi Trump mengirim militer, bukan pekerja sosial," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Fox News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X