Duta Besar AS untuk PBB Sebut MBS Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 13/12/2018, 16:11 WIB
Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley. AFP / SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICADuta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, menyebut Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, bagaimana pun bertanggung jawab dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dalam kesempatan wawancara dengan stasiun televisi NBC, pada Rabu (12/12/2018), Haley menyampaikan pendapatnya saat ditanya soal pihak yang harus bertanggung jawab dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

"Itu adalah pemerintahan Saudi, dan MBS adalah kepala pemerintahan Saudi," kata Haley seperti dilansir The New Arab.

"Jadi mereka semua bertanggung jawab. Tidak ada yang bisa berlalu tanpa mempertanggungjawabkannya. Tidak secara individu, maupun pemerintah," tambahnya.

Pendapat Haley, yang telah mengumumkan akan mengundurkan diri dari jabatan dubes AS itu, berbeda dengan pernyataan Presiden Donald Trump.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Khashoggi: Trump Tetap Dukung Putra Mahkota Saudi

Haley mengumumkan pada Oktober bahwa dia akan meninggalkan pemerintahan pada akhir 2018.

Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan, dirinya akan tetap mendukung Pangeran Mahkota Arab Saudi meski telah menjadi sorotan masyarakat internasional atas kasus pembunuhan Khashoggi.

Trump menolak mengomentari apakah MBS, julukan pangeran mahkota Saudi, bertanggung jawab dalam kasus pembunuhan jurnalis itu.

"Dia adalah pemimpin Kerajaan Arab Saudi. Mereka adalah sekutu yang sangat potensial," kata Trump dalam sebuah wawancara di Ruang Oval.

Trump mengonfirmasi jawabannya saat ditanyakan apakah mendukung Saudi sama dengan mendukung sang putra mahkota. "Ya, di momen seperti ini, jelas seperti itu," tuturnya.

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober saat mendatangi kantor Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan.

Berdasarkan keterangan dari sumber penyelidik Turki, Khashoggi dibunuh oleh tim beranggotakan 15 orang dan jenazahnya dimutilasi serta dilarutkan menggunakan zat asam.

Pemerintah Arab Saudi membantah tuduhan yang menyebut keterlibatan MBS dan mengumumkan telah menahan 21 orang yang diduga sebagai pelaku maupun yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Baca juga: Menantu Trump Disebut Nasihati MBS Usai Kematian Khashoggi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X