Kompas.com - 12/12/2018, 17:23 WIB

ALEXANDRIA, KOMPAS.com - Seorang pengacara di Mesir ditahan pihak berwajib telah kedapatan mengenakan rompi kuning.

Rompi kuning yang biasa dipakai pekerja industri sebagai penanda keamanan, telah menjadi simbol gerakan unjuk rasa di Perancis dalam empat pekan terakhir.

Otoritas Mesir juga telah membatasi penjualan rompi tersebut serta melarang penjualan secara bebas kepada perorangan.

Jaksa penuntut umum di Alexandria memerintahkan penangkapan terhadap seorang pengacara, Mohammed Ramadhan, untuk menjalani penahanan selama 15 hari.

Penangkapan tersebut menyusul aksi Ramadhan yang berfoto sambil mengenakan rompi kuning sebagai bentuk solidaritas kepada peserta unjuk rasa di Perancis.

Baca juga: Otoritas Mesir Diam-diam Larang Penjualan Rompi Kuning

"Dia (Ramadhan) telah dituduh menyebarkan berita palsu dan menyebarkan ideologi kelompok teroris," kata aktivis Mahienour El Masry, seperti dilansir The New Arab, Rabu (12/12/2018).

Pemerintah Mesir melarang penjualan rompi kuning secara bebas menyusul adanya kekhawatiran akan adanya aksi unjuk rasa serupa dengan di Perancis saat peringatan hari pemberontakan 2011 pada 25 Januari mendatang.

Pemberontakan tersebut adalah yang mendorong jatuhnya pemerintahan Hosni Mubarak.

Menurut sumber dari pejabat keamanan, pelarangan akan diberlakukan hingga akhir Januari 2019 mendatang.

"Para penjual dilarang menjual rompi kuning kepada pembeli langsung dan hanya dapat menjualnya kepada perusahaan yang telah diverifikasi dan harus mendapat izin dari pihak kepolisian," kata sumber dari pejabat.

Pelanggar aturan ini akan diancam dengan hukuman, namun tidak dipaparkan rincian hukuman yang diberikan.

Pihak Kementerian Dalam Negeri, yang mengawasi kepolisian, tidak membalas saat dimintai komentar.

Sejak dua tahun terakhir, otoritas Mesir telah memberlakukan tindakan keras dengan mengerahkan polisi dan tentara di seluruh negeri untuk mencegah aksi memperingati pemberontakan 2011 yang dimulai pada 25 Januari.

Baca juga: Redam Massa Rompi Kuning, Ini yang Dilakukan Macron

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.