Ratusan Pasukan Keamanan Perancis Buru Pelaku Penembakan di Pasar Natal

Kompas.com - 12/12/2018, 14:44 WIB
Mobil polisi berpatroli di jalanan  Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. (AFP/Frederick Florin) Mobil polisi berpatroli di jalanan Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. (AFP/Frederick Florin)

STRASBOURG, KOMPAS.com - Ratusan pasikan keamanan dikerahkan untuk memburu pelaku penembakan di pasar Nayal di Strasbourg, Perancis, yang menewaskan tiga orang pada Selasa (12/12/2018) malam.

Selain itu, pemerintah Perancis pada Rabu (12/12/2018) meningkatkan kewaspadaan keamanan dan mengetatkan kendali perbatasan.

Diwartakan AFP, sebanyak 350 personel termasuk polisi, tentara, dan tim helikopter diterjunkan untuk mencari keberadaan pelaku yang berjenis kelamin pria itu.

Baca juga: Penembakan di Pasar Natal Perancis, 2 Orang Tewas


Dia melepaskan tembakan sekitar pukul 20.00 waktu setempat di salah satu jalanan kota tersibuk. Aksinya di pasar Natal membuat kerumunan pengunjung berlarian untuk menyelamatkan diri.

Menteri Dalam Negeri Perancis Christophe Castaner mengatakan, pelaku juga membuat 12 orang terluka.

Sebelumnya, korban tewas dilaporkan sejumlah dua orang dan korban luka ada 11 orang.

Saat insiden teror terjadi, pelaku sempat baku tembak dengan pasukan anti-teror yang beroperasi reguler. Meski berhasil melukai pelaku, namun dia masih mampu melarikan diri.

Otoritas mengidentifikasi pria tersebut sebagai orang yang masuk daftar terduga ekstremis. Dia berusia 29 tahun dan lahir di Strasbourg.

"Dia bertempur dua kali dengan pasukan keamanan," kata Castaner, seperti dikutip dari BBC.

Berdasarkan laporan dari BFM TV, pria tersebut kabur dari apartemennya di distrik Neudorf pada Selasa pagi. Dia juga diburu polisi terkait dengan perampokan.

Jaksa anti-teror kini telah membuka investigasi. Hingga kini belum diketahui motif pelaku melakukan penembakan.

Sementara itu, Parlemen Eropa yang terletak di dekat lokasi penembakan harus ditutup.

Baca juga: Rusia Bantah Terlibat dalam Aksi Unjuk Rasa Rompi Kuning di Perancis

Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani menyakinkan bahwa parlemen tidak akan terpengaruh dengan peristiwa tersebut.

"Parlemen tidak bakal takut dengan teroris atau serangan kriminal. Mari kita berjalan terus," kicaunya di Twitter.

"Kami akan melanjutkan pekerjaan dan menguatkan aksi kebebasan dan demokrasi melawan kekerasan terorisme," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X