Turki Bahas Kemungkinan Investigasi PBB atas Kasus Kematian Khashoggi

Kompas.com - 11/12/2018, 20:13 WIB
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018). AFP / OZAN KOSEMassa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki sedang membahas tentang kemungkinan penyelidikan PBB terhadap pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers di Ankara, Selasa (11/12/2018).

"Kami telah berdiskusi dengan Sekjen PBB dan rekan, serta akan terus membahas," katanya, seperti diwartakan AFP.

Baca juga: Jamal Khashoggi dan Meghan Markle Masuk Nominasi Person of the Year

Dia menuturkan harus ada permintaan resmi yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB sebelum organisasi internasional tersebut memulai penyelidikan.

Seperti diketahui, jenazah Khashoggi masih belum ditemukan meski telah digelar pencarian di gedung konsulat Saudi di Istanbul, lokasi terakhir sang jurnalis terlihat dan dibunuh.

Sementara pada pekan lalu, Pengadilan Turki memerintahkan penahanan kepada dua pria Saudi yang dekat dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Permintaan tersebut ditolak oleh otoritas Saudi.

Ahmad al-Assiri dan Saud al-Wahtani disebut dalam dokumen pengadilan Turki merupakan bagian dari perencana pembunuhan Khashoggi.

"Kenapa Anda tidak ingin orang-orang ini diadili di Turki? Saya penasaran, Anda takut akan terungkap siapa yang memerintahkan pembunuhan," ucap Cavusoglu.

Dia juga kembali melontarkan kritiknya atas kurangnya kerja sama otoritas Saudi selama berlangsungnya penyelidikan di Istanbul beberapa waktu lalu, yang dihadiri oleh jaksa umum Saudi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pembunuhan tersebut diperintahkan oleh level tertinggi pemerintah Saudi. Namun, dia tidak bilang bahwa itu dilakukan Raja Salman.

Baca juga: Turki Kecewa Saudi Tak Serahkan Pelaku Pembunuhan Khashoggi

Khashoggi merupakan kontributor Washington Post yang tinggal di AS. Dia dibunuh saat mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu untuk menyiapkan dokumen pernikahan dengan tunangannya di Turki.

Muncul spekulasi bahwa Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan tersebut. Namun, pernyataan tersebut disangkal pemerintah Saudi.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X