Bangun Rumah Rakyat Tanpa Pondasi, Pejabat China Dihukum

Kompas.com - 11/12/2018, 20:07 WIB
Membangun rumah. ShutterstockMembangun rumah.
|

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang petugas partai di wilayah barat daya China dijatuhi hukuman setelah membangun rumah untuk warga miskin di luar ketentuan.

Dia membangun rumah itu dengan menggunakan uang negara tetapi menyalahi aturan karena membangun pondasi rumah dengan menggunakan batu bata berongga.

Pada April lalu otorita berwenang berencana melakukan inspeksi pembangunan rumah di desa Shunhe, wilayah Qianxi, provinsi Guizhou.

Baca juga: Diduga Sajikan Daging Trenggiling, Sejumlah Pejabat China Diselidiki

Saat mendengar rencana inspeksi itu, ketua partai setempat Du Zhengguo kemudian menyewa kontraktor pada 6 Februari dan memerintahkan agar pembangunan rumah itu selesai pada 13 Februari.

Namun, untuk mempercepat pembangunan, rumah yang dibangun untuk keluarg Jin itu didirikan tanpa pondasi.

Alhasil, lantai rumah yang dibuat dari semen langsung dibuat di atas tanah. Hal inilah yang kemudian diketahui tim pemeriksa.

Temuan itu membuat Komisi Disiplin Partai memanggil Du Zhengguo untuk dimintai keterangan.

Saat diperiksa pada 8 April atau lima hari setelah inspeksi, Du mengakui dia memerintahkan kontraktor menggunakan bata berongga untuk pondasi dan menutupinya dengan semen.

"Saya memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi saya tidak memeriksa sendiri bangunan itu," kata Du dalam pemeriksaan.

Komisi disiplin partai dikabarkan menjatuhkan hukuman untuk Du Zhengguo tetapi tidak dirinci jenis hukuman yang diterima pria itu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X