Jepang Siap Tingkatkan Kapal Induknya untuk Angkut Jet Tempur

Kompas.com - 11/12/2018, 19:09 WIB
Kapal penghancur Izumo milik Pasukan Pertahanan Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang mampu mengangkut hingga 14 unit helikopter, saat berlabuh di pelabuhan Yokosuka. AFP / TOSHIFUMI KITAMURAKapal penghancur Izumo milik Pasukan Pertahanan Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang mampu mengangkut hingga 14 unit helikopter, saat berlabuh di pelabuhan Yokosuka.

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang berencana meningkatkan kemampuan kapal induk pengangkut helikopter miliknya hingga bisa untuk mengangkut dan meluncurkan jet tempur.

Hal tersebut sebagai salah satu cara untuk menjawab upaya China yang semakin meningkatkan keberadaannya di wilayah perairan di kepulauan Asia Timur.

Rencana mengubah fungsi kapal induknya menjadi kapal pengangkut pesawat tempur tersebut menyusul disetujuinya rancangan pedoman baru oleh partai yang berkuasa di Jepang, pada Selasa (11/12/2018).

"Jepang akan memungkinkan jet tempurnya untuk dapat dioperasikan dari atas kapal perang yang ada, jika perlu, untuk meningkatkan fleksibilitas operasinya," bunyi pernyataan pemerintah Jepang dilansir SCMP dari Associated Press.


Baca juga: Kapal Induk AS Merapat di Pelabuhan Hong Kong

Ditambahkan pernyataan tersebut, secara khusus pemerintah Jepang ingin meningkatkan kemampuan kapal induk terbesarnya, Izumo.

Kapal induk kelas Izumo yang dimiliki Pasukan Pertahanan Diri Maritim Jepang (JMSDF) saat ini mampu mengangkut hingga 14 unit helikopter. Kapal induk tersebut memiliki panjang 248 meter dan berat 19.500 ton.

Peningkatan kemampuan kapal induknya untuk mengangkut jet tempur sekaligus menjadi upaya Jepang dalam meningkatkan kemampuan pertahanan udara di kawasan Samudera Pasifik, di mana Jepang tidak memiliki pangkalan.

Meski demikian, rencana meningkatkan fungsi kapal perangnya itu menjadi kapal induk bukan tanpa hambatan, karena langkah tersebut dapat dianggap bertentangan dengan kebijakan Jepang yang tidak memiliki kekuatan militer namun hanya sebagai pasukan pertahanan negara.

Partai Demokratik Liberal yang berkuasa di Jepang, bersama mitra koalisinya, Partai Komeito, telah menyepakati pernyataan untuk memastikan peningkatan Izumo dapat masuk dalam ruang lingkup kebijakan pertahanan eksklusif negara itu.

"Kapal Izumo semula dirancang sebagai kapal pendamping multiguna, sehingga tidak akan menimbulkan ancaman apa pun terhadap negara lain jika jet tempur ditempatkan di atasnya," kata Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya.

Ditegaskan Iwaya, meski nantinya telah ditingkatkan menjadi kapal induk pengangkut jet tempur, kapal Izumo tidak akan menjadi kapal induk serangan.

Baca juga: Militer China Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X