Kompas.com - 11/12/2018, 19:01 WIB
Dalam foto yang diambil pada 9 Desember 2018, memperlihatkan seorang petugas berjalan di halaman gereja Ortodoks Ethiopia Qasr al-Yahud di dekat Sungai Jordan, Tepi Barat, Palestina. Untuk pertama kali dalam 50 tahun gereja ini kembali dibuka setelah kawasan di sekitarnya dibersihkan dari ranjau. Wilayah di sekitar gereja ini diyakini sebagi tempat Yesus dibaptis di Sungai Jordan. AFP/MENAHEM KAHANADalam foto yang diambil pada 9 Desember 2018, memperlihatkan seorang petugas berjalan di halaman gereja Ortodoks Ethiopia Qasr al-Yahud di dekat Sungai Jordan, Tepi Barat, Palestina. Untuk pertama kali dalam 50 tahun gereja ini kembali dibuka setelah kawasan di sekitarnya dibersihkan dari ranjau. Wilayah di sekitar gereja ini diyakini sebagi tempat Yesus dibaptis di Sungai Jordan.
|

RAMALLAH, KOMPAS.com - Upaya untuk menyingkirkan ribuan ranjau darat dari sekitar lokasi yang diyakini sebagai tempat Yesus dibaptis mencapai babak baru.

Pada awal pekan ini, sejumlah pihak diizinkan untuk melihat sekilas kondisi sebuah gereja yang sudah cukup lama telantar di tempat itu.

Lokasi di sekitar gereja yang terletak di Tepi Barat, Palestina itu kosong dan tak terawat selama 50 tahun.

Baca juga: Tutup karena Protes Pajak, Gereja Makam Yesus di Israel Kembali Dibuka

Selama ini, para peziarah hanya bisa berada di tepi Sungai Jordan, tak jauh dari   kawasan yang terlarang itu.

Pembersihan ranjau darat di tempat bersejarah yang terletak di sisi utara Laut Mati itu diawasi KementerianPertahanan Israel, organisasi anti-ranjau Halo Trust, dan perusahaan Israel, 4Cl.

Menurut Kemenhan Israel, proyek pembersihan ini mencakup 3.000-an ranjau yang berada di dalam kawasan seluas 1 kilometer persegi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga 5,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 77 miliar.

Pembersihan ranjau ini berlangsung sejak Maret lalu dan membutuhkan waktu delapan hingga satu tahun agar kawasan itu benar-benar bersih dari ranjau.

Ranjau dan bahan peledak lainnya sudah dibersihkan dari situs biara Gereja Ortodoks Yunani dan Etiopia serta sebuah kapel Fransiskan.

Sedangkan kawasan lainnya yang merupakan milik gereja Ortodoks Rusia, Suriah, Romania, dan Koptik belum dibersihkan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.