Di Tasmania, Sampah Plastik dan Kaca Dijadikan Pengganti Aspal

Kompas.com - 11/12/2018, 14:46 WIB
Menurut pemerintah kota Kingborough, Tasmania aspal dari bahan sampah plastik dan kaca ini jauh lebih awet sehingga untuk jangka panjang biayanya lebih murah ketimbang menggunakan aspal biasa.ABC News/Carla Howarth Menurut pemerintah kota Kingborough, Tasmania aspal dari bahan sampah plastik dan kaca ini jauh lebih awet sehingga untuk jangka panjang biayanya lebih murah ketimbang menggunakan aspal biasa.

HOBART, KOMPAS.com - Pemerintah kota Kingborough, Tasmania, Australia mencoba sampah plastik, kaca, dan tinta printer bekas sebagai pengganti aspal.

Biayanya untuk mengubah sampah-sampah itu menjadi aspal memang lebih mahal namun lebih tahan lama dibandingkan aspal konvensional.

Ujicoba dilakukan di jalan Charlton Street dengan menggunakan material yang terdiri dari 530.000 kantong plastik, 168.000 botol kaca, dan 12.500 tinta printer bekas untuk setiap kilometer jalan.

Baca juga: Pemancing Temukan Penyu Mati dengan Sampah Plastik Terburai dari Perutnya


Pejabat pemerintah kota, Richard Atkinson mengatakan, dengan cara ini pihaknya berusaha mengurangi pencemaran limbah di wilayah itu.

"Jika kita hitung jumlah plastik sekali pakai di jalan sepanjang 500 meter ini, itu setara dengan penggunaan kantong plastik selama dua tahun di Kingborough," katanya kepada ABC Australia.

"Jika ini berhasil, kami akan memperluas penggunaannya untuk semua jalanan di sini," tambahnya.

Untuk jangka panjang, kata Richard, biayanya akan lebih murah dibandingkan menggunakan aspal biasa.

"Produk ini lebih mahal tapi tahan lebih lama," katanya.

Diperkirakan jalanan yang menggunakan aspal alternatif ini memiliki daya tahan 15 persen lebih lama dibanding aspal biasa.

Menurut Stuart Billing dari perusahaan kontraktor yang menangani ujicoba ini, kaca bekas yang digunakan merupakan produk sekali pakai.

"Kaca-kaca ini tak dapat didaur ulang kembali. Dihancurkan menjadi seperti pasir dan kami mencampurkannya di pabrik aspal kami," katanya.

"Kami dapat memanfaatkan barang yang biasanya dibuang ke TPA atau berpotensi mencemari lingkungan," jelasnya.

Produk serupa telah digunakan membuat jalan di berbagai negara bagian lainnya. Namun untuk Tasmania, baru kota Kingborough yang melakukannya.

Billing mengatakan, sejumlah kota di Tasmania telah menghubungi perusahaannya untuk menggunakan produk ini.

Material pengganti aspal ini dikembangkan Close The Loop Australia, sebuah perusahaan yang bertujuan meminimalkan sampah plastik.

Baca juga: India Bangun Jalan Raya dari Sampah Plastik

Nerida Mortlock dari perusahaan tersebut menjelaskan sampah plastik halus tidak terurai secara baik di TPA.

"Apa dilakukan di sini yaitu melelehkannya menjadi aditif. Jadi tidak berupa plastik mikro. Tak ada masalah polusi yang ditimbulkan," katanya.

Dia berharap seluruh kota di Australia mulai menggunakan bahan pengganti aspal ini sehingga bisa mengurangi sampah plastik yang kian jadi permasalahan di negeri itu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X