Jenderal China: Kapal Perang AS yang Langgar Kedaulatan Harus Diserang

Kompas.com - 11/12/2018, 10:51 WIB
Foto yang dilaporkan diambil Angkatan Laut Amerika Serikat memperlihatkan kapal perusak China Lanzhou (depan) berada dalam jarak yang amat dekat dengan kapal perusak AS USS Decatur. Kapal perang AS saat itu melaksanakan operasi di kawasan Laut China Selatan. US Navy via CNNFoto yang dilaporkan diambil Angkatan Laut Amerika Serikat memperlihatkan kapal perusak China Lanzhou (depan) berada dalam jarak yang amat dekat dengan kapal perusak AS USS Decatur. Kapal perang AS saat itu melaksanakan operasi di kawasan Laut China Selatan.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang jenderal berpengaruh China mendesak perlunya kekerasan untuk menghadang kapal perang Amerika Serikat ( AS) yang berlayar di Laut China Selatan.

Kolonel Senior Dai Xu yang menjabat sebagai Presiden Institut Kelautan untuk Keamanan dan Kerja Sama menyampaikannya dalam sebuah diskusi.

Baca juga: Kapal Perang China Hadang Kapal Perang AS di Laut China Selatan

Dilansir The Global Times via Newsweek Senin (10/12/2018), Dai menegaskan setiap kapal yang melanggar kedaulatan mereka harus diserang.


"Jika AS melanggar lagi, saya bakal mengerahkan dua kapal perang. Satu untuk menahannya, satu lagi untuk menabrakkan diri ke mereka," kata Dai.

"Di teritori kami, tentu saja AS tidak akan dibiarkan membuat kekacauan," kata perwira dengan pangkat setara Brigadir Jenderal itu.

Selama ini, AS menantang klaim China di Laut China Selatan dengan melaksanakan operasi "navigasi merdeka" dengan mengirim kapal perang atau pesawat tempur.

Aktivitas itu sering dikeluhkan China. Apalagi ketika AS melintasi Taiwan, pulau dengan sistem pemerintahan mandiri yang selama ini masih dianggap bagian China.

Akhir November lalu, Pentagon mengirimkan kapal penjelajah kelas-Ticonderoga USS Chancellorsville dan kapal perusak kelas-Arleigh Burke USS Stockdale.

Kedua kapal itu melintasi Kepulauan Paracel yang menjadi obyek sengketa, dan membuat China bereaksi dengan menerjunkan kapal perang dan pesawat tempurnya.

"Militer China bakal terus bersiaga dan mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta integritas nasional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kolonel Ren Guoqiang.

Lebih lanjut, Dai juga membahas tentang penyatuan kembali Taiwan dengan menggunakan kekuatan jika diperlukan. Dia menuturkan saat ini perlu dilakukan persiapan.

"Jika peluang untuk reunifikasi datang, kami harus siap untuk mengambil alih Taiwan. Kami tidak punya hal untuk ditakutkan," kata Dai.

Baca juga: Buntut Masuknya Kapal Perang AS, China Gelar Patroli di Selat Taiwan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X