Geser Inggris, Rusia Jadi Produsen Senjata Terbesar Kedua di Dunia

Kompas.com - 10/12/2018, 13:35 WIB
|

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Rusia telah menggeser Inggris sebagai produsen  senjata terbesar kedua di dunia di bawah Amerika Serikat.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm (Sipri), Senin (10/12/2018).

"Berbagai perusahaan Rusia mengalami pertumbuhan siginifikan dalam penjualan senjata sejak 2011," ujar peneliti senior Sipri, Siemom Wezeman.

Baca juga: Produsen Senjata Api Tertua di AS Ajukan Pailit

"Hal ini sejalan dengan peningkatan anggaran pertahanan yang dikucurkan Rusia untuk modernisasi militernya," kata Wezeman.

Dalam daftar 100 perusahaan produsen senjata di dunia yang dirilis Sipri, Rusia memasukkan 10 perusahaan pertahanannya.

Sipri mengatakan kesepuluh perusahaan Rusia itu secara total melakukan penjualan dengan niai 37,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 547,8 triliun atau 9,5 persen dari total penjualan senjata dunia.

Nilai penjualan senjata ini sekaligus menempatkan Rusia di posisi kedua sebagai produsen senjata dunia menggeser Inggris yang menempati posisi itu sejak 2002.

Di peringkat utama masih ditempati Amerika Seirkat dengan 42 perusahaan di daftar 100 produsen senjata terbesar di dunia.

Amerika Serikat menguasai dua persen pasar senjata dunia dengan nilai sekitar 226,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.293 triliun.

"Perusahaan senjata AS mendapat keuntungan langsung dari permintaan berlanjut dari Kemenhan AS," kata Aude Fleurant, direktur Program Pembiayaan Militer dan Persenjataan Sipri.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.