Pelaku Diminta Pakai "Earphone" Saat Mutilasi Jenazah Khashoggi

Kompas.com - 10/12/2018, 10:47 WIB
Potongan rekaman kamera pengawas memperlihatkan Jamal Khashoggi (kiri) ketika memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki. Sedangkan foto kanan adalah pelaku yang mengenakan pakaian sama dengan Khashoggi beberapa jam setelah jurnalis 60 tahun itu memasuki gedung. via CNNPotongan rekaman kamera pengawas memperlihatkan Jamal Khashoggi (kiri) ketika memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki. Sedangkan foto kanan adalah pelaku yang mengenakan pakaian sama dengan Khashoggi beberapa jam setelah jurnalis 60 tahun itu memasuki gedung.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Seorang pakar forensik Arab Saudi memberikan kiat dan tips saat memutilasi jenazah jurnalis Jamal Khashoggi.

Tips dari pakar bernama Dr Salah Muhammad al-Tubaigy itu tertuang dalam transkrip rekaman pembunuhan yang dipaparkan CNN pada Minggu (9/12/2018).

Dalam transkrip tersebut terdengar suara seperti gergaji sedang memotong dan suara Tubaigy memberi nasihat kepada pelaku lainnya.

Baca juga: Transkrip Detik-detik Pembunuhan Jamal Khashoggi Terungkap


"Pasang earphone di telinga kalian atau dengarkan musik seperti yang saya lakukan saat ini," ujar Tubaigy dalam transkrip tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berkata pada November lalu bahwa dia sudah mendengarkan rekaman tersebut dan sangat menjijikkan.

"Dalam rekaman itu bisa terlihat bagaimana si pakar forensik menikmati mutilasi," kata Cavusoglu kepada harian Jerman Sueddeutsche Zeitung via Daily Mirror.

Cavusoglu juga menyebut pembunuhan tersebut sudah jelas direncanakan, dan menuturkan jurnalis berusia 59 tahun itu dibunuh dalam waktu 7 menit.

Transkrip yang dipaparkan seorang sumber yang menangani penyelidikan itu memberikan rincian detik-detik Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober.

Transkrip itu menunjukkan setiap detail ketika Khashoggi memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul dan mengenali salah satu pelaku.

Oleh sumber itu, pelaku yang dimaksud adalah Maher Abdulaziz Mutreb, pejabat intelijen di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Sempat bercakap-cakap dengan Mutreb, momen berganti di mana dalam transkrip Khashoggi meronta-ronta melawan tim beranggotakan 15 orang yang dikirim untuk membunuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X