Potong Rambut Muridnya secara Paksa, Guru Ini Terancam Dipenjara

Kompas.com - 10/12/2018, 07:37 WIB
Margaret Gieszinger, guru Sains di Visalia, Amerika Serikat, yang terancam dipenjara karena memotong rambut muridnya secara paksa.Tulare County Sheriff via BBC Margaret Gieszinger, guru Sains di Visalia, Amerika Serikat, yang terancam dipenjara karena memotong rambut muridnya secara paksa.

VISALIA, KOMPAS.com - Seorang guru perempuan di California, Amerika Serikat (AS) terancam mendapatkan enam tuduhan kriminal.

Tuduhan tersebut diberikan setelah beredar video guru bernama Margaret Gieszinger memotong rambut murid-muridnya secara paksa.

Baca juga: Diminta Potong Rambut oleh Sekolah, Remaja 15 Tahun Bunuh Diri

Sky News memberitakan Minggu (9/12/2018), video memperlihatkan ketika Gieszinger memerintahkan salah satu murid SMA University Preparatory Visalia untuk duduk.

Kemudian dia mulai menyanyikan lagu kebangsaan AS sembari memotong rambut si murid dan dengan santai melemparkannya ke belakang.

"Selanjutnya. Saya belum selesai. Selanjutnya," kata Gieszinger sambil mengacungkan alat pencukurnya ke udara dan menunjuk murid lainnya.

Guru berusia 52 tahun itu lantas bergerak ke arah siswa putri yang hendak lari keluar kelas. "Tidak, jangan Miss G," teriak si murid.

Kepala Sekolah University Preparatory Eric Thiessen menuturkan kepada harian lokal Visalia Times Delta bahwa semua murid dalam keadaan baik.

ABC 30 melansir, Gieszinger dijerat dengan enam pelanggaran ringan termasuk perbuatan menyakiti anak-anak, dan terancam mendekam 3,5 tahun dalam penjara jika terbukti.

Salah seorang murid yang menolak disebutkan namanya menuturkan dia kaget dengan perbuatan Gieszinger dan menjelaskan jika dulu gurunya tidak seperti itu.

"Dia adalah perempuan baik yang selalu tersenyum dan tertawa. Ini bukanlah Miss G yang kami kenal dan kami cintai," kata murid tersebut.

Banyak murid lainnya yang menjelaskan Gieszinger menunjukkan ketidakstabilan mental, sementara suaminya mengaku tidak tahu mengapa dia berperilaku demikian.

Gieszinger dilepaskan dari penjara setelah membayar jaminan 100.000 dollar AS, atau sekitar Rp 1,4 miliar. Saat dilepaskan, dia terlihat menangis dan menutupi mukanya.

Imbas dari perbuatannya, Gieszinger dilaporkan dipecat dari jabatannya sebagai Guru Sains di SMA University Preparatory.

Sementara Kantor Pendidikan Tulare County dikutip BBC menyatakan mereka sangat memprioritaskan keselamatan para murid.

"Kami meninjau segala informasi yang beredar dan bakal menentukan tindakan yang pantas terkait kepegawaian," demikian penjelasan Kantor Pendidikan Tulare County.

Baca juga: Ritual Potong Rambut di Dieng, Anak Gembel Ajukan Permintaan Unik



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X