Mantan Menlu AS: Trump Orang yang Tak Disiplin dan Tak Suka Membaca

Kompas.com - 08/12/2018, 16:35 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump JIM WATSON/AFP/Getty ImagesMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

HOUSTON, KOMPAS.com - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson akhirnya buka suara pengalamannya ketika bekerja dengan Presiden Donald Trump.

Dalam wawancara dengan jurnalis CBS News Bob Schieffer di Houston, Texas, Tillerson mengatakan satu hal yang jelas adalah mereka mempunyai banyak perbedaan.

"Kami tidak memiliki sistem nilai yang sama," tutur Tillerson sebagaimana dikutip AFP via Channel News Asia Sabtu (8/12/2018).

Baca juga: Trump Sebut Mantan Menlunya Bodoh seperti Batu

Mantan menlu berusia 66 tahun tersebut menuturkan ketika masih menjadi Chief Executive di ExxonMobil, dia dituntut untuk disiplin dan sangat berorientasi pada proses.

Namun, tantangan segera didapatnya ketika bekerja di bawah pimpinan Trump. Dia mengakui presiden 72 tahun itu adalah sosok yang tak disiplin.

"Dia tak suka membaca, dia tak membaca laporan yang diberikan padanya, atau berusaha memahami setiap detil yang dipaparkan," kata Tillerson.

Ketika pertama kali menjabat pada 2017, Trump pernah mendapat pertanyaan tentang bagaimana aktivitas membacanya selama ini.

Trump menjawab di mana dia berkata sudah berkeinginan untuk membaca sebuah buku. Namun keinginannya harus terganggu dengan dering telepon.

Sang presiden juga menuturkan dia dengan bangga menyebut dirinya bisa sukses karena mengikuti insting dan mengetahui lebih banyak dari pakar.

Tillerson melanjutkan, selama satu tahun bekerja dengan Trump, dia tidak saja kesulitan harus menangani Kementerian Luar Negeri.

Namun juga permintaan dari Trump yang dia anggap berpotensi melanggar hukum tanpa memberikan rincian permintaan seperti apa yang dimaksud.

Setiap kali Trump datang dengan permintaan yang bisa melanggar hukum, maka Tillerson bakal menyanggahnya dan mencoba mengajaknya berdiskusi.

Dia bakal memberikan solusi supaya pemerintah bisa pergi ke Kongres AS supaya peraturannya dirubah sepanjang memberikan hasil.

"Saya berkata kepadanya saya siap ke sana (Kongres) dan bertarung habis-habisan jika dia menginginkannya," ujar Tillerson.

Baca juga: Trump Pecat Menteri Luar Negerinya

"Namun dia kemudian menjadi frustrasi. Mungkin dia muak dengan saya karena selalu menolak permintaannya dan mencoba memberikannya solusi," lanjutnya.

Tillerson dipecat hanya melalui kicauan Trump pada Maret lalu ketika masih berada dalam perjalanan selepas kunjungan di Afrika.

Dia mengaku belum pernah bertemu Trump hingga dia diundang Wakil Presiden Mike Pence di Gedung Putih di mana dia mendapat tawaran menjadi menlu.

Selepas wawancara tersebut, Trump mengunggah kicauan di mana dia memuji penerus Tillerson, Mike Pompeo, dan membanggakan hasil kerjanya.

"Dia (Tillerson) bodoh seperti batu. Saya tidak bisa menyingkirkannya dengan cepat. Dia juga pemalas. Saat ini situasinya sudah berubah. Semangat baru dari Kementerian Luar Negeri!" kata Trump.

Baca juga: Karena Alasan Ini, Trump Pecat Menteri Luar Negerinya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X