Kabar Dunia Sepekan: Duterte Pakai Ganja hingga Nasib Buruh China - Kompas.com

Kabar Dunia Sepekan: Duterte Pakai Ganja hingga Nasib Buruh China

Kompas.com - 08/12/2018, 13:52 WIB
Beberapa pekerja perempuan beristirahat karena merasa kelelahan karena jam kerja yang panjang di pabrik pembuat boneka. Wah Tung di ChinaChina Labor Watch via The Guardian Beberapa pekerja perempuan beristirahat karena merasa kelelahan karena jam kerja yang panjang di pabrik pembuat boneka. Wah Tung di China

KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte sempat menyatakan dia mengonsumsi ganja untuk membuatnya tetap terjaga di tengah aktivitasnya yang padat.

Komentarnya yang kemudian diklarifikasi sebagai bentuk candaan itu menuai reaksi negatif dari peneliti Human Rights Watch.

Komentarnya bisa menuai kekecewaan dan kemarahan korban perang anti- narkoba yang dicanangkan Duterte sejak berkuasa pada 2016.

Kemudian dari Amerika Serikat (AS), seorang perempuan menggugat Hotel Hilton hingga Rp 1,4 triliun karena menuduh karyawan hotel merekamnya saat sedang bugil.


Dua artikel itu merupakan sebagian kabar dari seluruh dunia yang terjadi sepanjang Minggu (2/12/2018) hingga Sabtu (8/12/2018).

1. Air Force One Bawa Peti Jenazah George HW Bush ke Washington
Presiden Donald Trump telah memerintahkan agar pesawat kepresidenan, Air Force One, digunakan untuk membawa peti jenazah mantan presiden AS George HW Bush ke Washington.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan negara kepada sosok mendiang mantan presiden.

Jenazah George HW Bush akan dibawa dari Kota Houston di Texas menuju Washington untuk disemayamkan selama dua hari.

Ingin tahu kabar selengkapnya? Silakan Anda baca di sini.

2. Presiden Filipina Mengaku Mengkonsumsi Ganja
Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang sempat mengatakan bahwa dirinya menggunakan ganja untuk mengimbangi aktivitasnya yang padat.

Meski kemudian dia menyangkalnya dengan menyebutnya sebagai sebuah candaan.

Akan tetapi pernyataannya telah menyulut kritik dari sejumlah pihak karena Duterte dikenal dengan tindakan kerasnya terhadap peredaran narkoba.

Ingin tahu informasi selengkapnya? Silakan Anda simak di sini.

3. Paduan Suara Indonesia Raih Juara Umum di Italia
Paduan suara Jakarta Youth Choir (JYC) mewakili Indonesia dalam ajang Festival Internazionale Chorus Inside Advent ke-34 yang digelar di Roma, Italia, pada 1-3 Desember 2018.

Bersaing dengan kelompok paduan suara dari berbagai negara lainnya, seperti Italia, Perancis, Kroasia, AS, Rusia, hingga Polandia, wakil Merah Putih mampu meraih nilai sempurna dan keluar sebagai juara umum.

Kabar selengkapnya seputar prestasi paduan suara Indonesia di Roma ini bisa Anda baca di sini.

4. Masyarakat Kuba Mulai Bisa Akses Internet Melalui Ponsel
Masyarakat Kuba untuk pertama kalinya akan dapat mengakses internet dari ponsel mereka, setelah perusahaan telekomunikasi pemerintahnya meluncurkan layanan 3G.

Meski sebelumnya pemerintah telah membuka fasilitas kafe internet dan WiFi di ruang publik, namun warga masih kesulitan karena kerap kesulitan mendapat sinyal.

Sehingga mereka lebih senang mengakses internet dari rumah mereka.

Informasi selengkapnya terkait kabar ini, silakan Anda baca di sini.

5. Direkam Diam-diam saat Bugil, Wanita Gugat Hotel Hilton Rp 1,4 Triliun
Seorang perempuan asal Chicago, Amerika Serikat, menuntut perusahaan hotel ternama, Hilton Worldwide, sebesar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Pasalnya, perempuan itu mengklaim seorang karyawan hotel merekamnya dengan kamera tersembunyi saat sedang telanjang di kamar mandi.

Perempuan yang mengidentifikasi namanya sebagai Jane Doe itu mengatakan, karyawan tersebut mencoba memerasnya seusai mengunggah video tersebut ke berbagai situs porno.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

6. Nasib Buruh China, Dibayar Rp 185 Tiap Buat Boneka Ariel Seharga Rp 648.000
Kelompok pejuang hak asasi manusia (HAM) Solidar Suisse dan China Labour Watch menginvestigasi pabrik pembuat boneka putri duyung di film animasi The Little Mermaid, Ariel.

Kedua kelompok ini menemukan ada ketidakadilan terkait jam kerja dengan upah yang didapat para buruh di pabrik Wah Tung di Heyuan, China. Heyuan adalah kota berpenduduk sekitar 3 juta orang di Provinsi Guangdong.

Dilansir dari The Guardian, buruh pabrik tersebut, yang sebagian besar perempuan, hanya diberi upah 85 pence atau sekitar Rp 15.725 per jam tanpa tunjangan kesehatan.

Anda bisa membaca dengan lebih lengkap nasib buruh tersebut melalui tautan ini.


Terkini Lainnya


Close Ads X