Polisi China Ringkus Geng Jual Beli Obat Kanker Ilegal - Kompas.com

Polisi China Ringkus Geng Jual Beli Obat Kanker Ilegal

Kompas.com - 07/12/2018, 22:35 WIB
Ilustrasi obat tablet.SHUTTERSTOCK Ilustrasi obat tablet.

XUZHOU, KOMPAS.com - Kepolisian China telah menahan sepuluh orang yang diduga terlibat dalam kelompok yang membeli obat resep dokter dari pasien kanker untuk dijual kembali di jalanan.

Diberitakan Yangtze Evening News, Jumat (7/12/2018), kelompok yang bermarkas di Jiangsu itu dituduh mendapatkan obat kanker dengan menyuap dokter sebuah rumah sakit di distrik Gulou, Xuzhou.

Selain itu, geng yang dipimpin dua bersaudara Yuan tersebut juga menggunakan modus merekrut para penderita kanker dan mengarahkan mereka agar mendaftar di rumah sakit yang dituju untuk kemudian membeli obat mereka.

Baca juga: Bayi Usia 29 Bulan Kritis Diduga Akibat Overdosis Obat

Polisi telah memantau geng tersebut sejak April lalu, setelah mendapat petunjuk seputar kegiatan kelompok itu. Pihak berwajib kemudian melakukan penyerbuan ke markas geng itu pada akhir November lalu.

Bersama dengan 10 tersangka, politi turut menyita 558 tablet dihydroetorphine hydrochloride, sejenis obat penghilang rasa sakit paling kuat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Berdasarkan laporan kepolisian, geng Yuan itu telah mulai beroperasi sejak 2016 dan selama dua tahun telah membeli ribuan pil dari pasien kanker untuk kemudian menjualnya kembali kepada pengguna narkoba melalui peran jaringan pengedar.

Sebutir pil yang dibeli dari rumah sakit seharga 4 yuan (sekitar Rp 8.000) dijual kembali dengan harga mencapai 400 yuan (sekitar Rp 800.000) per butir.

Polisi mengungkapkan, mendapat petunjuk dari lima pasien kanker yang mendapat resep obat analgesik atau penawar rasa sakit, dengan tiga di antaranya menerima lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan otoritas kesehatan.

Laporan polisi tidak menyebutkan adanya tersangka lain dari pasien maupun dokter rumah sakit yang ditahan. Namun menyatakan rumah sakit yang tak disebutkan namanya, telah dilaporkan kepada dinas kesehatan kota.

Baca juga: Makan Obat Batuk Saat Rapat, Politisi Ini Diusir


Terkini Lainnya


Close Ads X